Pengertian mengenai geometri keterdapatan airtanah di bawah permukaan, merupakan hal yang penting untuk diketahui. Dengan memahami sifat fisik batuan akuifer maka permasalahan karakteristrik dan sifat airtanah akan lebih mudah untuk dijelaskan. Tujuan studi ini untuk mengidentifikasi litologi apa saja yang dapat menjadi media penyusun akuifer primer (media porous) berdasarkan nilai permeabilitas, porositas dan kompresibilitas batuan penyusun daerah studi, serta bagaimana karakteristik aliran primer air tanahnya berdasarkan model sistem air tanah. Metode yang dilakukan untuk peenyelidikan ini antara lain, uji permeabilitas, porositas, dan kompresibilitas batuan kemudian dipadukan dengan metode statistik kuartil, pemodelan geolistrik, dengan pembagian kategori batuan berdasarkan hasil uji laboratorium batuan. Hasil uji laboratorium batuan dan hasil analisis statistik dengan metode kuartil, skoring dan pembobotan, hasilnya adalah batuan tuf kasar dan tuf halus yang bersifat akuifer, batuan breksi grain supported dan breksi matrik supported bersifat batuan akuitar, batuan lapili bersifat batuan akuiklud, terakhir batuan lava andesit bersifat batuan akuifug. Setelah batuan akuifer dan bukan akuifer diketahui, maka blok model sistem airtanah dapat dibentuk dengan menentukan sebaran batuan berdasarkan data geolistrik. Hasil blok model disimpulkan bahwa perlapisan batuan akuifer mendominasi di fasies distal, untuk fasies medial dan proksimal didominasi oleh batuan yang bersifat bukan akuifer. Aliran airtanah yang terbaca dan terbentuk relatif mengarah ke tenggara.Katakunci: Aliran airtanah primer, ekplorasi airtanah, karakteristik aliran airtanah, pemodelan airtanah.
Copyrights © 2022