Penurunan kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari normal dapat menyebabkan terjadinya anemia. Kurangnya asupan zat besi merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya anemia. Zat besi (Fe) pada masa kehamilan akan digunakan sebagai salah satu zat pembentuk plasenta dan sel darah merah. Prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia masih tinggi berkisar 43,9% yaitu di Asia sebesar 49,4%, Afrika 59,1%, Amerika 28,1%, Eropa 26,1% dan di negara-negara berkembang sekitar 40% anemia menyebabkan kematian ibu. Indonesia sendiri prevalensi anemia pada usia 15 tahun ke atas berkisar 22,7%, sedangkan pada ibu hamil sebesar 37,1%. Anemia dapat menyebabkan kematian pada ibu hamil. Indonesia ada sekitar 70% kematian pada ibu hamil karena anemia dan sebesar 19,7% disebabkan karena non anemia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi kepada ibu hamil mengenai faktor penyebab,langkah pencegahan,dan deteksi dini terjadinya anemia pada ibu hamil serta peran ATLM dalam penegakan diagnosis anemia untuk menentukan terapi lanjutan bagi penderita anemia ibu hamil. Hasil pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang anemia selama kehamilan serta didapatkan mayoritas ibu hamil tidak mengalami anemia dengan jumlah 8 orang (57,14%)
Copyrights © 2024