Perselingkuhan dapat terjadi di berbagai kalangan,pemaafan bukantentang membiarkan orang lain lepas dari masalah, namun tentang bagaimanamembiarkan diri kita lepas dari permasalah tersebut. Melalui pemaafan, hati2perempuan korban perselingkuhan tidak lagi menanggung derita psikologis akibatdari ketidakadilan yang dialaminya. Pemaafan, jika sudah diterima dengan benar,bisa menjadi respons yang sehat terhadap perselingkuhan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mendeskipsikan bagaimana proses pemaafan pada perempuansebagai respon dari koban perselingkuhan. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode triangulasidata, yaitu riwayat hidup, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian yangdilakukan kepada beberapa responden menunjukkan subjek memaknaiperselingkuhan dengan berbeda, diantaranya pasangan tergoda, adanyakesempatan, dan pengaruh lingkungan pertemanan, munculnya perilaku agresiyang tidak terduga dari individu. Beberapa faktor mempengaruhi subjek dalammempertahankan perkawinannya, diantaranya terdapat faktor yang mendukungyaitu faktor anak, dukungan keluarga, agama, dan masih memiliki rasa sayangkepada pasangan. Sedangkan faktor yang menghambat adalah pertengkaran yangberkepanjangan antara pelaku dan korban serta masalah ekonomi.
Copyrights © 2021