Feminisme adalah suatu gerakan yang ingin menyetarakan kedudukan atau kesetaraan perempuan dengan kaum laki-laki. Perempuan berjuang untuk memperoleh kesetaraan dalam tingkatan kehidupan sosial bermasyarakat. Dominasi kaum laki-laki ini biasa disebut dengan patriarki. Patriarki adalah sebuah sistem sosial dimana laki-laki adalah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dan lebih dominan daripada kaum perempuan. Penelitian ini membahas tiga permasalahan. Pertama, tentang penggambaran perempuan jepang pada novel yang digambarkan melalui tokoh utama, yakni Rie. Kedua, membahas perjuangan yang dihadapi oleh Rie di tengah dominasi laki-laki. Yang terakhir adalah hasil dari perjuangan yang di hadapi oleh Rie. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan latar belakang sejarah sake dan shinto. Selain itu teori feminisme, patriarki, gender dll. Hasil dari analisis penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan Jepang tidak diperbolehkan bekerja di depan publik dan tidak memiliki kesempatan untuk memilih apapun termasuk memilih pasangan hidup. Kedua, bentuk dari perjuangan Rie sebagai tokoh yang disubordinasikan adalah belajar menerima anak dari geisha untuk menjadi penerus The White Tiger dan belajar mencintai anak tersebut, melakukan pemberontakan secara diam-diam, mengontrol bisnis sake melalui anaknya yang sangat patuh padanya dan bertanggung jawab baik soal pekerjaan di rumah maupun di bisnis sake. Akhirnya dia berhasil memperoleh pengakuan dari lakilaki yang ada disekitarnya bahwa dia adalah perempuan yang sangat bersemangat, berani bekerja di dunia publik (manajemen keuangan kantor sake) dan membawa dampak positif atas perjuangannya selama ini. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa The Scent of Sake yang ditulis oleh Joyce Lebra adalah sebuah novel yang berhasil menggambarkan perjuangan perempuan dalam hal bisnis yang berdampak besar bagi keluarganya.
Copyrights © 2019