Belanda atau Indo Belanda dalam konvensi sejarah tentang revolusi Indonesia selalu digambarkan sebagai pihak kolonial yang memandang rendah masyarakat asli Indonesia, atau yang saat itu sering disebut Pribumi atau Bumiputera. Namun, beberapa sejarah kontemporer mulai membuka sedikit perspektif baru bahwa relasi antara Belanda dan Pribumi ini tidak selalu kontras hitam-putih. Novel grafis Rampokan Jawa karya Peter van Dongen muncul dengan narasi baru yang menentang dikotomi hitam-putih antara kaum Belanda, Indo- Belanda, dan Pribumi tersebut. Melalui tokoh Johan Knevel, ruang identitas abu-abu antara Belanda, Indo, dan Pribumi dihadirkan. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan dipaparkan kajian identitas yang abu-abu tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian di tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan pascakolonialisme. Konsep-konsep identitas hibrid, mimikri, dan ambivalensi akan digunakan menjadi pisau analisis. Dari analisis yang dilakukan diperlihatkan bahwa tokoh Johan Knevel memiliki identitas hibrid dan ambivalensi yang menunjukkan bahwa relasi Belanda, Indo, dan Pribumi tidak kontras dan hitam-putih layaknya narasi dalam sejarah konvensional.
Copyrights © 2020