Artikel ini membahas sebuah melodrama karya George Dibdin Pitt berjudul The String of Pearls or The Fiend of Fleet Street (1847) dengan fokus pada kritik konsep utilitarianisme dari Jeremy Bentham dan pengikutnya, John Stuart Mill yang terefleksikan lewat karya sastra ini. Ditulis di pertengahan abad ke-19, kisah tragis Sweeney Todd tidak pernah habis dibahas karena muatan kritik sosialnya yang sangat mengena dan masih relevan di masa kontemporer ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian menunjukkan bagaimana melodrama ini merefleksikan sekaligus mengkritik konsep filosofis dominan saat itu dan ide-ide fundamental dari zaman Victoria di Inggris. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa karya ini berhasil mengkontestasi konsep utilitarianisme sebagai filsafat etika di satu sisi dan filsafat politik di sisi lain lewat dua karakter utamanya. Disimpulkan juga bahwa modernitas zaman Victoria di Inggris ternyata merefleksikan nilai-nilai paradoks yang ditunjukkan lewat masyarakatnya dan apa yang terjadi pada masa itu. Zaman tersebut, yang kelihatannya seperti zaman “Gilded Age” menunjukkan ketidakseimbangan perkembangan antara kemajuan industri serta teknologi dan kemakmuran masyarakatnya.
Copyrights © 2020