PT. ACP merupakan industri yang membuat kemasan khususnya kemasan yang fleksibel. Kemasan ini digunakan untuk melindungi produk seperti makanan, minuman sabun, dan lain- lain. Dalam membuat kemasan, material yang banyak diminati oleh customer adalah material polycellonium. Dalam memproduksi Kemasan menggunakan material pollycelonium terjadi cacat pada proses produksinya, terutama pada proses printing. Proses printing merupakan proses penting yang akan akan mempengaruhi produk akhir sehingga tidak boleh terjadi masalah pada tahap ini, maka tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengurangi terjadinya kecacatan pada proses printing dengan menggunakan metode six sigma. Metode Six Sigma terdiri dari tahap DMAIC, yaitu define, measure, analyze, improve dan control. Penelitian ini akan membahas sampai dengan tahap improve. Hasil penelitian menunjukkan nilai DPMO 4471,11. Serta defect yang banyak terjadi adalah miss print, color off, dan ink streaking. Level sigma untuk perusahaan adalah 4 sigma, Cp adalah 0,761 dan Cpk 0,669. Dengan pendekatan FMEA, diketahui bahwa miss print disebabkan oleh kurang telitinya operator, color off di sebabkan oleh kurang skill operator dan ink streaking di sebabkan tinta terkontaminasi. Usulan yang dapat diberikan untuk mengurangi cacat adalah membuat jadwal pelatihan, memperketat pengawasan, dan menghaluskan doctor blade. Kata kunci: Pengendalian kualitas, Six Sigma, DMAIC, FMEA, DPM
Copyrights © 2022