Keterbatasan fasilitas pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyebabkan beberapa UMKM masih mengandalkan tenaga manusia pada aktivitas kerjanya. Faktor ergonomi masih kurang diperhatikan, sehingga kemungkinan terjadinya nyeri muskuloskeletal cukup tinggi. Penelitian dilakukan pada bengkel UMKM dengan nama Sumber Boga Wijaya yang terletak di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Dilakukan analisis pada 2 postur kerja, yang pertama postur kerja berdiri membungkuk. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner NBM, ditemukan bahwa para pegawai merasakan sakit pada area leher, punggung, pinggang, bahu, lengan bawah kanan, dan pergelangan tangan kiri. Pada analisis REBA didapatkan skor 5 (level medium risk), pada analisis OWAS didapatkan skor 2. Postur kerja kedua adalah postur kerja berjongkok, dari hasil penyebaran kuesioner NBM ditemukan bahwa para pegawai merasakan sakit pada area leher, bahu, pinggang, punggung, bokong, pergelangan tangan, dan kaki. Pada analisis REBA didapatkan skor 9 (level high risk), pada analisis OWAS didapatkan skor 2. Dari hasil perancangan rak meja kerja skor REBA berkurang menjadi 3 dan OWAS berkurang menjadi 1, yang berarti rak meja kerja dapat menopang postur kerja ke level yang aman. Rak meja kerja juga dapat menggantikan fungsi rak material habis pakai sehingga mempermudah akses masuk mobil ke area indoor bengkel.
Copyrights © 2022