Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dapat meningkatkan sikap optimisme kelompok pada anak panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bukittinggi, 2. Diperoleh peningkatan sikap optimism terhadap anak panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bukittinggi melalaui layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi. Penelitian ini didesain dengan menggunakan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan subyek penelitian adalah delapan anak panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bukittinggi yang memiliki permasalahan sikap optimisme. Variabel penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dan teknik simulasi (Variabel Bebas) dan sikap optimisme anak panti asuhan (Variabel Terikat). Hasil penelitian diketahui sikap optimisme anak panti asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bukittinggi pada periode pra siklus memperoleh skor 16,1 (32%) kategori sangat kurang (SK). Pada siklus I mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 26 (52%) kategori cukup (C). Kemudian pada siklus II juga memgalami peningkatan dengan memperoleh skor 39 (78%) kategori baik (B). Simpulan penelitian ini sebagai berikut: Aktivitas peneliti dalam memimpin kegiatan layanan bimbingan kelompok teknik simulasi pada siklus I pertemuan pertama memperoleh skor 45 (45%) kategori kurang (K), pertemuan kedua memperoleh skor 54 (54%) kategori cukup (C), dan pertemuan ketiga memperoleh skor 65 (65%) kategori cukup (C). kemudian pada siklus II pertemuan pertama memperoleh skor 69 (69%) kategori baik (B), lalu pada pertemuan kedua memperoleh skor 76 (76%) kategori baik (B), dan pada pertemuan ketiga memperoleh skor 86 (86%) kategori sangat baik (SB).
Copyrights © 2024