Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapatan dan nilai tambah pengolahan kelapa menjadi kopra pada masa pandemi covid-19. Tingkat fluktuasi harga sebelum pandemi yaitu sebesar Rp. 4.248/Kg tahun 2019, Rp. 5.457/Kg tahun 2020 dan menjadi Rp. 10.371/Kg pada tahun 2021. Metode penelitian ini dengan melakukan wawancara terhadap 24 responden petani kelapa yang mengolah kelapanya menjadi kopra di Kecamatan Ampibabo, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan nilai tambah. Nilai pendapatan produksi kopra dalam satu kali proses produksi adalah Rp. 10.664.480 pada rata-rata tingkat harga Rp. 10.370/Kg. Kelayakan usaha kopra ditinjau dari perbandingan antara penerimaan dan total biaya sehingga diperoleh nillai 3,05 yang artinya usaha ini layak dan memberikan penerimaan sebesar 3,05 kali dari jumlah biaya produksi. Nilai tambah dari pengolahan kelapa menjadi kopra adalah sebesar Rp. 820/Kg bahan baku kelapa. Rasio nilai tambah terhadap nilai produk adalah sebesar 41,6% dari nilai produk yang dihasilkan. Keuntungan yang diperoleh dalam sekali proses produksi adalah Rp. 700/Kg bahan baku berdasarkan nilai tambah dikurangi dengan biaya input dan rasio keuntungan mencapai 85,3%.
Copyrights © 2021