Awal tahun 2020 yang lalu dunia dihadapkan oleh pandemi COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China. Terapi spesifik untuk Covid-19 hingga saat ini belum ditemukan, hal ini mendorong para ahli tenaga kesehatan untuk membentuk prosedur penangan penyakit sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Terapi yang diberikan saat ini hanya merupakan terapi simptomatik. Pengetahuan mengenai tatalaksana ini haruslah dipahami dasarnya oleh mahasiswa fakultas kedokteran (FK). Sebagai calon dokter, mahasiswa FK juga dapat memberikan edukasi mengenai tatalaksana kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Berkembangnya berbagai informasi pada kalangan masyarakat menyebabkan tidak sedikit masyarakat yang melakukan terapi mandiri atau meragukan terapi yang diberikan tenaga kesehatan. Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara, khususnya angkatan 2019 adalah mahasiswa semester 6 yang sudah mendapatkan berbagai macam materi atau blok sistem. Mahasiswa ini tentunya sudah memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik mengenai terapi Covid-19 yang diterapkan di rumah sakit saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara terhadap terapi Covid – 19 di rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 98 orang mahasiswa dan pengambilan data menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 78 orang (79,6%) dan sikap positif 68 orang (69,3%). Terdapat hubungan bermakna (p value <0,05) antara pengetahuan dan sikap mahasiswa kedokteran mengenai terapi Covid-19 di Rumah Sakit di Indonesia.
Copyrights © 2023