Terjadinya peningkatan pertumbuhan penduduk di Indonesia juga mengakibatkan naiknya volume lalu lintas di jalan raya. Dengan terjainya kenaikan volume lalu lintas maka diperlukan peningkatan kualitas konstruksi jalan, terutama dari kualitas lapisan perkerasan. Pada jalan yang memiliki volume lalu lintas yang sedang hingga lalu lintas yang tinggi seringkali ditemukan masalah kerusakan lapisan perkerasan. Salah satu cara untuk mengurangi kerusakan jalan tersebut yaitu dengan menaikkan mutu campuran beraspal salah satunya meningkatkan kualitas agregat. Oleh karena dilakukan penelitian untuk melihat perbandingan karakteristik limbah beton yang akan digunakan sebagai agregat kasar dengan agregat kasar batu pecah. Rancangan penelitian dilakukan pada limbah beton K-350 dan agregat kasar batu pecah. Pengujian karakteristik yang dilakukan yaitu berat jenis, penyerapan air, keausan agregat, indeks pipih dan lonjong. Dari hasil pengujian berat jenis, penyerapan air, Keausan dengan Los Angeles pada 500 putaran, indeks pipih dan lonjong untuk agregat kasar batu pecah semuanya memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga 2018 sehingga dapat digunakan untuk campuran aspal. Dari hasil pengujian berat jenis, Keausan dengan Los Angeles pada 500 putaran, indeks pipih dan lonjong untuk limbah beton semuanya memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga 2018 tetapi pengujian penyerapan air tidak memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga 2018. Walaupun nilai penyerapan air yang tinggi, limba beton masih dapat digunakan untuk campuran aspal.
Copyrights © 2023