Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Vol 1 No 1 (2019): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika

Daya Saing industri Gula di Era Industri 4.0

Yustika, Ahmad Erani (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2019

Abstract

Industri makanan dan minuman memiliki kontribusi besar pada industri manufaktur di Indonesia, salah satunya adalah industri gula. Pada 2015 gula domestik saat ini hanya mencapai 2,5 ton, sementara kebutuhan mencapai 6,5 juta ton. Jadi kebutuhan tambahan sekitar 3-4 juta ton gula impor per tahun. Namun sejak tahun 1997 sampai sekarang kita belum bisa mencukupi kebutuhan gula sehingga masih tergantung pada impor. Akibatnya terjadi rembesan Gula Kristal Rafinasi yang harganya lebih murah ke pasar konsumsi. Padahal GKR diperuntukkan untuk bahan baku industri. Fakta ini semakin merugikan petani tebu. Rekomendasi Jangka panjang adalah perombakan sistem tata niaga gula di Indonesia, sebagai berikut : menghilangkan dualisme pasar GKP dan GKR, menciptakan iklim usaha yang sehat untuk mendorong investasi di industri gula yang efiesien, menjaga kestabilan harga di pasar dengan memilikinya informasi pasar (supply dan demand) yang akurat dan tepat waktu oleh Kementan dan Kemendag, jangka pendek adalah perombakan sistem tata niaga gula di Indoensia,sebagai berikut : Menciptakan distribusi tertutup dengan menggunakan barcode.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

agro-maritim

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Earth & Planetary Sciences Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Social Sciences

Description

Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika (PB PKBT) is a publication media that contains articles covering the results of policy research, policy analysis and opinions related to policy recommendations that are currently developing both nationally and internationally. PB PKBT (ISSN 2828 ...