Artikel ini bertujuan untuk membahas gerakan revolusi kemerdekaan di Aceh, tepatnya pada peristiwa Perang Cumbok di Aceh yang terjadi pada akhir tahun 1945 dan awal tahun 1946. Tulisan ini meliputi kedudukan ulama dan uleebalang di Aceh, keadaan Aceh setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, serta terjadinya persitiwa Perang Cumbok di Aceh. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik/mengumpulkan sumber, verifikasi/kritik sumber, interpretasi/penafsiran kembali, dan historiografi/penulisan sejarah. Dari artikel ini, kita dapat mengetahui bahwa kedudukan ulama dan uleebalang pada saat revolusi kemerdekaan di Aceh sangatlah penting. Kelompok tersebut juga tidak hanya berperan dalam masalah agama, tetapi juga berperan dalam bidang sosial dan politik yang mampu menyelesaikan berbagai konflik di Aceh. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dua kekuatan ini berselisih dan menimbulkan suatu pertentangan sosial di Aceh dan melahirkan suatu peristiwa penting, yaitu Perang Cumbok. Dalam artikel ini dijelaskan proses terjadinya Perang Cumbok yang dilatarbelakangi oleh kondisi sosial, kondisi pemerintahan, dan kondisi politik yang menegang. Peristiwa tersebut melahirkan revolusi sosial dan politik di Aceh yang dimenangkan oleh kelompok ulama.
Copyrights © 2023