Covid-19 varian Delta menghantam Indonesia pada Juni 2021. Media massa lantas mengabarkan kondisi ini secara massif. Situasi tersebut tidak lepas dari peranan penting media sebagai penyedia informasi terkini. Namun nampaknya, ada konsekuensi lain yang ditimbulkan akibat bombardier berita yang terus menerus, yakni munculnya kecemasan dan ketidakpastian di tegah masyarakat. Penulisan berita dengan bingkai jurnalisme damai disinyalir mejadi tawaran solusi bagi media massa untuk tetap dapat menjalankan perannya dalam memenuhi kebutuhan informasi dan juga meminimalisir resiko dampak kecemasan dan ketidakpastian berlebih di masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini tertarik untuk mengkaji penerapan jurnalisme damai pada media online Indonesia, kususnya detik.com dalam memberitakan gelombang Covid-19 varian Delta selama periode Juni 2021. Ada 142 berita yang dianalisis pada penelitian ini dengan teori utama framing jurnalisme damai. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah analisis isi kuantitatif. Pengambilan sample dengan menggunakan aplikasi surveysystem.com. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 62,3% berita di detik.com sepanjang Juni 2021 telah menerapkan prinsip jurnalisme damai yang berupa orientasi damai, 100% telah berpegang pada prinsip orientasi kebenaran, 74,3% telah people-oriented, dan 73,3% telah berorientasi solusi.
Copyrights © 2023