Selulosa asetat merupakan turunan dari selulosa. Karakteristik selulosa asetat sendiri berbentuk padatan putih, tak beracun, tak berasa dan tak berbau. Selulosa asetat dibuat dari bahan baku dissolving pulp melalui dua tahap proses utama, yaitu tahap perubahan selulosa menjadi selulosa triasetat di dalam reaktor asetilasi dan merubah selulosa triasetat menjadi selulosa diasetat di dalam reaktor hidrolisis. Pabrik ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dimana pertimbangan utama pemilihan lokasi ini adalah ketersediaan bahan baku, lahan, dan nilai UMK tenaga kerja. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari pertahun operasi dengan perencanaan apasitas produksi sebesar 56942.24 ton per tahun, jumlah tenaga kerja sebanyak 168 orang per hari dan kebutuhan bahan baku: 36748.01 ton/tahun.Pabrik ini direncanakan beroperasi pada tahun 2025. Modal diperoleh dengan perbandingan 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman. Pendirian pabrik selulosa asetat memerlukan biaya investasi modal kerja tetap (fixed capital) sebesar Rp.440,656,664,338.14, modal kerja (working capital) Rp77,762,940,765.55, investasi total Rp. 518,419,605,103.69, biaya produksi per tahun Rp3,511,729,478,099 dan hasil penjualan per tahun sebesar Rp6,601,666,700,041.43. Dari analisa ekonomi didapatkan Internal Rate of Return sesudah pajak sebesar 19.6%, POT sesudah pajak 3,3 tahun, dan nilai NPV adalah Rp6,933,371,159,281. Dari hasil uraian di atas, ditinjau dari segi teknis dan ekonomis, pabrik selulosa asetat ini layak didirikan.
Copyrights © 2022