Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan hasil perkebunan yang sangat berperan penting dalam kemajuan perekonomian di Indonesia dikarenakan kandungan minyak nabatinya yang banyak dibutuhkan di sektor industri. Di industri pangan, kehadiran minyak goreng menjadi penting karena berbagai olahan pangan tidak lepas dari peran lemak dalam minyak goreng dalam menambah cita rasa serta tekstur dan aroma pada makanan. Minyak goreng telah dikenal lama oleh masyarakat sebagai bahan makanan yang kurang baik bagi kesehatan dan cenderung dihindari sehingga sangat dibutuhkan inovasi dari produksi minyak goreng yang bukan hanya ekonomis namun juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan dalam pembuatan minyak goreng adalah Crude Palm Oil (CPO). Terdapat tiga tahapan utama dalam pembuatan pabrik minyak goreng dari CPO yaitu persiapan bahan baku pre-treatment, proses pemurnian, dan proses pembuatan minyak goreng. Proses pemurnian yang digunakan pada pabrik ini adalah metode Microwave Assisted Extraction – Batchwise Solvent Extraction. Pabrik minyak goreng dari CPO akan didirikan di Kawasan Industri Sei Mengkei, Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang dilengkapi fasilitas dan pusat penelitian khusus kelapa sawit dengan estimasi waktu mulai beroperasi pada tahun 2025. Berdasarkan analisis ekonomi untuk kapasitas 48.000 ton/tahun dengan nilai investasi sebesar Rp 179.670.421.590, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 19,05% pada tingkat suku bunga per-tahun 9,85% dan laju inflasi sebesar 2% per-tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 3,7 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 13%.
Copyrights © 2021