Atonia uteri adalah kondisi ketika rahim tidak bisa berkontraksi kembali setelah melahirkan. 90% kejadian perdarahan postpartum di akibatkan karena atonia uteri. Perdarahan dengan sectio caesarea yang terus menerus dapat membahayakan nyawa ibu. Tujuan studi kasus ini mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada Ny. N post sectio caesarea dengan atonia uteri. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Diagnosa keperawatan utama yang diangkat adalah perfusi perifer tidak efektif dengan intervensi yang diberikan identifikasi sirkulasi kapiler dengan CRT, pemeriksan konjungtiva, akral, edukasi mengkonsumsi makanan mengandung zat besi dan identifikasi hasil laboratorium. Diagnosa kedua bersihan jalan nafas tidak efektif intervensi keperawatan pemberian posisi semi fawler, pemasangan oksigen, edukasi pemberian minuman hangat dan auskultasi suara paru. Diagnosa ketiga nyeri akut dengan intervensi keperawatan identifikasi nyeri secara komprehensif, manajemen nyeri non farmakologis (tehnik napas dalam) dan farmakologi (analgesik). Diagnosa keempat menyusui tidak efektif dengan intervensi keperawatan pijat oksitosin, edukasi makanan untuk memperlancar ASI dan edukasi pompa ASI. Evaluasi selama dua hari rawatan dari keempat diagnosa teratasi sebagian dikarenakan intervensi yang masih kurang dan waktu yang terbatas. Disarankan kepada perawat untuk meningkatkan pelayanan lebih baik kepada pasien postpartum khusushnya dengan perdarahan karena atonia uteri dan menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam menerapkan asuhan keperawatan.
Copyrights © 2022