Dewi Hermawati
Bagian Keilmuan Keperawatan Maternitas, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN IBU POST SECTIO CAESAREA DENGAN ATONIA UTERI: SUATU STUDI KASUS henni oktavianis; Dewi Hermawati; Mira Rizkia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atonia uteri adalah kondisi ketika rahim tidak bisa berkontraksi kembali setelah melahirkan. 90% kejadian perdarahan postpartum di akibatkan karena atonia uteri. Perdarahan dengan sectio caesarea yang terus menerus dapat membahayakan nyawa ibu. Tujuan studi kasus ini mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada Ny. N post sectio caesarea dengan atonia uteri. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Diagnosa keperawatan utama yang diangkat adalah perfusi perifer tidak efektif dengan intervensi yang diberikan identifikasi sirkulasi kapiler dengan CRT, pemeriksan konjungtiva, akral, edukasi mengkonsumsi makanan mengandung zat besi dan identifikasi hasil laboratorium. Diagnosa kedua bersihan jalan nafas tidak efektif intervensi keperawatan pemberian posisi semi fawler, pemasangan oksigen, edukasi pemberian minuman hangat dan auskultasi suara paru. Diagnosa ketiga nyeri akut dengan intervensi keperawatan identifikasi nyeri secara komprehensif, manajemen nyeri non farmakologis (tehnik napas dalam) dan farmakologi (analgesik). Diagnosa keempat menyusui tidak efektif dengan intervensi keperawatan pijat oksitosin, edukasi makanan untuk memperlancar ASI dan edukasi pompa ASI. Evaluasi selama dua hari rawatan dari keempat diagnosa teratasi sebagian dikarenakan intervensi yang masih kurang dan waktu yang terbatas. Disarankan kepada perawat untuk meningkatkan pelayanan lebih baik kepada pasien postpartum khusushnya dengan perdarahan karena atonia uteri dan menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam menerapkan asuhan keperawatan.
ASUHAN KEPERAWATAN POST-PARTUM SECTIO CAESAREA DENGAN PEB (PRE-EKLAMPSIA BERAT): SUATU STUDI KASUS Ria Pertiwi; Dewi Hermawati; Dara Ardhia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO menyatakan pre-eklampsia berat adalah komplikasi yang sering terjadi dalam kehamilan dengan angka kejadian di dunia berkisar 0,51 % - 38,4 % dan Indonesia sebanyak 1,8 % - 18 %.  Provinsi Aceh tahun 2021 khususnya di RSUDZA Banda Aceh berkisar 23,91%. Kejadian PEB memerlukan tindakan SC dalam proses persalinannya. Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan pasien post SC dengan PEB di Arafah 2 RSUDZA. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah nyeri akut, risiko perfusi serebral tidak efektif, menyusui tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan, dan risiko infeksi. Intervensi yang diterapkan berdasarkan Evidence Based Practices adalah kombinasi tarik napas dalam dan zikir pada nyeri akut, pemantauan dan pencatatan TTV pada risiko perfusi serebral tidak efektif, pijat oksitosin pada menyusui tidak efektif, pendampingan ambulasi dini untuk gangguan mobilitas fisik, memberikan pendidikan kesehatan pada defisit pengetahuan, dan mengajarkan cara perawatan luka post SC pada risiko infeksi. Hasil evaluasinya adalah nyeri akut teratasi, risiko perfusi serebral tidak efektif teratasi sebagian, menyusui tidak efektif teratasi sebagian, gangguan mobilitas fisik teratasi, defisit pengetahuan teratasi, dan risiko infeksi teratasi sebagian. Disarankan kepada perawat untuk dapat menjadikan laporan ini sebagai salah satu sumber rujukan dalam menerapkan asuhan keperawatan pada ibu post SC dengan PEB. 
ASUHAN KEPERAWATAN PERSALINAN NORMAL RUPTUR PERINEUM DERAJAT II DAN POST CERVICAL CERCLAGE: SUATU STUDI KASUS Aina Hariana; Dewi Hermawati; Mariatul Kiftia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjahitan serviks (cervical cerclage) adalah tindakan yang dilakukan pada ibu hamil dengan inkompetensi serviks untuk mencegah persalinsan prematur. Penjahitan serviks ini dilakukan dengan menempatkan jahitan keliling serviks setinggi ostium uteri internum yang dibiarkan sampai kehamilan cukup bulan, kemudian dilepas dan persalinan dibiarkan terjadi secara spontan. Tujuan dari studi kasus ini adalah mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan persalinan normal ruptur perineum derajat II dan post cervical cerclage di Ruang Bersalin RSUDZA Banda Aceh. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah ansietas, nyeri melahirkan, resiko perdarahan dan resiko infeksi. Intervensi yang diterapkan berdasarkan evidance based practices seperti terapi murotal al-qur’an untuk menurunkan ansietas,  nyeri dengan teknik nafas dalam, massage counterpressure, edukasi latihan pernafasan dan cara meneran untuk mencegah  manuver valsava, resiko perdarahan dengan manajemen aktif kala III dan inisiasi menyusui dini, resiko infeksi dengan pendidikan kesehatan mengenai vulva hygiene dan edukasi pemberian putih telur  untuk mempercepat keringnya luka perineum. Hasil evaluasi selama dilakukan perawatan yaitu pada diagnosa ansietas teratasi, nyeri melahirkan teratasi sebagian, resiko perdarahan teratasi sebagian, dan resiko infeksi teratasi sebagian. Disarankan kepada perawat untuk dapat menjadikan tulisan ini sebagai salah satu sumber rujukan dalam  menerapkan asuhan keperawatan pada ibu dengan persalinan normal ruptur perineum derajat II dan post cervical cerclage.