Neurona
Vol 35 No 2 (2018)

HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN STROKE DENGAN KEJADIAN STROKE-ASSOCIATED PNEUMONIA

Wandira, Rega Dwi (Unknown)
Amalia, Lisda (Unknown)
Fuadi, Iwan (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Feb 2025

Abstract

ASSOCIATION BETWEEN STROKE SEVERITY AND STROKE-ASSOCIATED PNEUMONIAABSTRACTIntroduction: Stroke-associated pneumonia (SAP) occurs in 5-26% and decreases the quality of life and clinical outcomes of stroke patients. One of the factors that affect the incidence of SAP is the stroke severity.Aims: To determine the association between the stroke severity and the incidence of stroke-associated pneumonia in the neurological ward of Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung.Methods: This is an analytic retrospective (historical) cohort design study. The study population was stroke patients who were treated in the neurological ward of Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung between 2014-2016. Exclusion criteria were patient with pneumonia other than SAP and using mechanical ventilation. Stroke severity was assessed using NIHSS (National Institute of Health Stroke Scale). Chi-square was used to determine inter-variable association.Results: Among 81 subjects, 24 were assessed as SAP (29.6%). The SAP prevalence were mostly male (58.3%), age group between 65-74 year old (41.7%) with hypertension risk (87.5%), stroke onset <48 hours, lesion location on left hemisphere, onset of SAP≥48 hours, and those with consciousness impairment. Those with high stroke severity tend to have higher risk of pneumonia 3.063 times compare to patients with low stroke severity.Discussion: There was a significant association between the severity of stroke and the incidence of SAP in the neu- rological ward of Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung.Keywords: NIHSS, stroke-associated pneumonia, stroke severityABSTRAKPendahuluan: Stroke-associated pneumonia (SAP) cukup sering terjadi (5-26%) pada pasien stroke, sehingga menurunkan angka kualitas hidup dan luaran klinis. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian SAP adalah derajat keparahan stroke.Tujuan: Mengetahui hubungan antara derajat keparahan stroke dengan kejadian SAP di Ruang Rawat NeurologiRSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.Metode: Penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif (historikal) terhadap pasien stroke iskemik yang di rawat di Ruang Rawat Neurologi RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung pada tahun 2014-2016. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan pneumonia selain SAP dan menggunakan alat ventilasi mekanik. Derajat keparahan stroke dinilai menggu- nakan skor NIHSS (National Institutes of Health Stroke Scale). Uji korelasi Chi-square digunakan untuk melihat hubungan antar-variabel.Hasil: Didapatkan 81 subjek yang 24 orang di antaranya  mengalami SAP (29,6%). Prevalensi SAP tertinggi pada laki-laki (58,3%) kelompok usia 65-74 tahun (41,7%) dengan faktor risiko hipertensi (87,5%), onset stroke<48 jam, lokasi lesi di hemisfer kiri, onset SAP≥48 jam, serta pada subjek dengan penurunan kesadaran. Subjek dengan derajat keparahan stroke berat memiliki risiko terjadinya pneumonia 3,063 lebih tinggi dibandingkan dengan derajat keparahan ringan.Diskusi: Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat keparahan stroke dengan kejadian SAP di Ruang Rawat Neurologi RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.Kata kunci: Derajat keparahan stroke, NIHSS, stroke-associated pneumonia

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

neurona

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Neuroscience

Description

Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf (PERDOSSI) Pusat di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan bulan Maret, Juni, September dan Desember. Bidang studi cakupan NEURONA meliputi: Stroke dan ...