Seiring proses penuaan lansia mengalami banyak masalah kesehatan akibat penurunan fungsi fisiologis, salah satunya gangguan tidur. Lansia lebih banyak mengeluh terbangun lebih awal dan terbangun pada malam hari sehingga lansia tidak dapat mengembalikan kondisi tubuhnya dengan baik yang mengakibatkan lansia mudah marah, kelelahan, pusing, cemas serta stres yang meningkatkan kecenderungan untuk bunuh diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat insomnia berdasarkan karakteristik lansia meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, konsumsi obat-obatan, kebiasaan merokok, dan minum kopi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal Juni 2016 s/d Juli 2016. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 70 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan wawancara terpimpin. Hasil penelitian lansia yang mengalami insomnia ringan berusia berusia 60-74 sebanyak 43 responden (61,4%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 responden (57,1%), berada dalam tingkat pendidikan dasar sebanyak 40 responden (57,1%), tidak mengonsumsi obat-obatan sebanyak 39 responden (55,7%), tidak merokok sebanyak 40 responden (57,1%), dan memiliki kebiasaan minum kopi sebanyak 39 responden (55,7%). Perawat diharapkan agar lebih meningkatkan penyuluhan dan mengajarkan terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan insomnia pada lansia.
Copyrights © 2016