Perawat sebagai tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar dalam populasi di rumah sakit memiliki peran penting dalam upaya penanganan bencana. Kesiapsiagaan perawat yang kurang akan memperparah dampak bencana seperti bertambahnya angka kesakitan dan jumlah korban jiwa. Manajemen kesiapsiagaan bencana meliputi pelaksanaan pelatihan dan pendidikan, serta monitoring dan evaluasi terhadap kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan perawat pelaksana dalam pelatihan dan monitoring penanganan bencana di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah perawat pelaksana yang bekerja di Ruang Rawat Inap dan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sebanyak 413 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 18 Mei-12 Juni 2018 dengan menggunakan kuesioner dalam skala dikotomi yang berjumlah 15 pertanyaan. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan perawat pelaksana dalam pelatihan dan pendidikan (train and educate) tentang kegawatan dan kebencanaan sebanyak 84,5%, serta monitoring dan evaluasi (monitor and evaluate)terhadap kesiapsiagaan bencana sebanyak 91,3% berada dalam kategori siap. Dapat disimpulkan bahwa kesiapsiagaan perawat dalam pelatihan dan monitoring penanganan bencana di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh adalah dalam keadaan siap. Oleh karena itu direkomendasikan kepada pengambil kebijakan rumah sakit agar melanjutkan pelatihan kebencanaan dan memonitor secara rutin terhadap penanganan bencana yang dilakukan di rumah sakit sehingga perawat lebih siap dalam menghadapi bencana atau situasi gawat darurat lainnya.
Copyrights © 2018