Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan keperawatan terhadap pasien menjadi lebih aman. Perawat merupakan salah satu Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan untuk mencapai kinerja yang optimal. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kinerja SDM adalah motivasinya dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut, motivasi eksternal perawat sangat penting dalam upaya mengurangi insiden keselamatan pasien. Adapun komponen dalam motivasi eksternal adalah lingkungan kerja, hubungan antarpribadi, kebijaksanaan institusi, gaji, jabatan, dan teknik pengawasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan motivasi eksternal perawat dengan penerapan patient safety di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Teknik pengumpulan data adalah kuisioner dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari 47 pertanyaan. Metode analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian secara umum menunjukkan p-value = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi eksternal perawat dengan penerapan patient safety. Secara khusus terdapat hubungan yang bermakna antara faktor hubungan antar pribadi, kebijaksanaan institusi, gaji, dan teknik pengawasan dengan penerapan patient safety (P-value= 0,003, 0,000, 0,000, 0,000) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan kerja dan jabatan dengan penerapan patient safety (p-value= 0, 374 dan 0,712). Direkomendasikan untuk pengambil kebijakan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin dapat memfasilitasi pelatihan terkait patient safety.
Copyrights © 2016