Perforasi gaster adalah suatu keadaan dimana terjadinya kebocoran dari dinding lambung, usus halus, usus besar sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran ke dalam rongga perut. Kebocoran lambung itu membuat kimia asam lambung dalam rongga perut keluar dan menjadi peritonitis, sehingga perlu dilakukan operasi segera. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan kegawat daruratan pada pasien yang mengalami peritonitis perforasi gaster. Diagnosis keperawatan yang muncul adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan efek agen farmakologis anastesi dengan rencana keperawatan manajemen jalan nafas. Diagnosis kedua adalah nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik dengan rencana keperawatan manajemen manajemen nyeri. Diagnosis ketiga adalah defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien dengan rencana keperawatan manajemen nutrisi. Diagnosis keempat adalah gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi dengan rencana keperawatan perawatan integritas kulit. Diagnosis kelima adalah risiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif dengan rencana keperawatan pencegahan infeksi. Hasil evaluasi terdapat perbaikan kondisi pasien ditandai dengan gilisah berkurang, ronkhi negatif, nasal kanul 4L, tidak meringis lagi, skala nyeri 2 dari sebelumnya 7, ukuran luka menjadi 2x1 dari 3x1, tidak terkelupas lagi, dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
Copyrights © 2022