Claim Missing Document
Check
Articles

Patients Of Eat Intake In Children Who Have Obesity And Overweight In The Mountains And Coastal Areas Asnidar; Irfanita Nurhidayah; Risnawati
Jurnal Life Birth Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.305 KB)

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), The prevalence of overweight and obesity in children in the world increased by 6.7% in 2010 and is expected to reach 9.1% in 2020. From the results of preliminary data collection in several schools including in the mountainous region namely SMPN 14 Tanete with 180 VII grade VII students and 18 Bulukumba SMP with 51 VII Grade VII students, while in the coastal area that is 32 Bulukumba SMPN with 210 VII Grade VII students. Total of the total population of the four schools in the mountainous and coastal areas as many as 441 students. The purpose of this study is to analyze the differences in food intake patterns in children who are obese and overweight in mountainous and coastal areas. This research method uses descriptive research with a comparative study approach. The total population of this study was 441. With samples in the mountainous region, 35 respondents and 33 respondents were sampled a total of 68 respondents with consecutive sampling techniques. So it can be concluded that the distribution of eating patterns is less prevalent in overweight children and the distribution of eating patterns is more prevalent in obese children. Researchers suggest that the results of this study can provide information on the dietary intake of children who are obese and overweight in mountainous and coastal areas in Bulukumba Regency 2018. For parents of students, there is an awareness to behave in a healthy life by paying attention to food and limiting instant foods as well as oily foods such as fried foods.
PERSEPI PENYAKIT SKIZOFRENIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN GANGGUAN JIWA Sri Novitayani; Riski Amalia; Irfanita Nurhidayah; Ayu Mahbengi
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu masalah kesehatan mental global pada masyarakat dunia termasuk Indonesia. Pasien dengan skizofrenia memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengatasi gejala yang muncul baik gejala positif maupun gejala negatif. Persepsi pasien tentang skizofrenia akan menentukan pengambilan keputusan pasien terhadap program pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepi penyakit skizofrenia pada pasien rawat jalan dengan gangguan jiwa. Design penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Menggunakan Cluster Random Sampling untuk menentukan responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi dan The Brief-IPQ pada 96 responden. Data dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 74% persepsi responden dengan gangguan jiwa terhadap penyakit skizofrenia berada pada kategori mengancam. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah pentingnya terapi aktivitas kelompok pada pasien skizofrenia untuk mengontrol gejala dan program pengobatan skizofrenia. Kata Kunci: Persepsi pasien, gangguan jiwa, skizofrenia
PENGARUH DIABETES SELF-MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Rahmawati Rahmawati; Irfanita Nurhidayah; Jufrizal Jufrizal; Laras Cyntia Kasih
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Diabetes Self Management Education  terhadap pengetahuan pada penderita DM tipe 2. Desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan pretest-postes non equivalent group design, menggunakan kelompok kontrol . Populasi penelitian ini seluruh pasien penderita DM tipe 2 yang mendapat pengobatan di Puskesmas Trienggadeng yang berjumlah 204 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan kriteria bersedia menjadi responden, berusia 20-45 tahun, mampu baca tulis, dan kooperatif, yang memenihi kriteria berjumlah 66 orang, dan dibagi dalam dua kelompok (kelompok intervensi dan kelompok control.  Instumen dalam penelitian ini menggunakan intrumen yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berdahaskan hasil kajian literatur dan sudah melakukan uji validitas dan uji reabilitas. Hasil analisis bivariat didapatkan P value postest 0.000, artinya ada pengaruh yang sangat signifikan Diabetes Self Management Education  pada responden terhadap pengetahuan. Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Diabetes Self management Education terhadap pengetahuan pada penderita DM tipe 2 di wilayah Kerja Puskesmas Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya.Kata Kunci                          : Diabetes Self management Education, DM tipe 2
NEUROPATY SEBAGAI FAKTOR RISIKO INFEKSI LUKA KAKI DIABETIK Najihah Najihah; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.2 Juli-Desember 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan DM berisiko tinggi memperoleh penyakit komplikasi karena adanya gangguan toleransi Glukosa yang dapat menyebabkan kerusakan berbagai sistem tubuh terutana saraf dan pembuluh darah. Infeksi LKD merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dan parah pada individu dengan DM. Tujuan penelitian untuk menganalisa factor resiko infeksi LKD pada pasien DM. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel dalam penelitian ini  yaitu 53 luka dari 41 penderita DM. Instrument yang digunakan yaitu kuisioner ini dikembangkan oleh peneliti untuk mengetahui faktor resiko infeksi LKD pada responden, Monofilament 10 g dan Doppler ABI. Data yang dikumpulkan dianalisa secara bivariate dan multivariate. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada tiga faktor yang memiliki perbedaan yang signifikan yaitu penyebab luka (p=0.025, p=0.045), status neuropaty (p=0.037, p=0.016), hasil PTB (p= 0.024, p=0.038) dan neuropaty merupakan factor resiko paling dominan (p=0.032, OR=10.58). Neuropaty terbukti merupakan faktor resiko kejadian infeksi LKD.  Oleh karena itu, diharapkan hasil penelitian ini menjadi item dalam pengkajian keperawatan pada penderita DM dengan LKD yang dapat membantu dalam upaya mendeteksi resiko untuk mencegah atau menanggulangi timbulnya infeksi LKD pada orang lain. Kata Kunci: Diabetes Mellitus. Faktor Resiko, Infeksi, Luka Kaki Diabetik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU DI IGD DAN ICCU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2020 Dzulhijjah Nur Rizki Nasution; Marlina Marlina; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IX No.1 Januari-Juni 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan perawat dalam melaksanakan resusitasi jantung paru di IGD dan ICCU Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner online dalam bentuk pertanyaan multiple choice dan dicotomous choice. Hasil uji  statistik  chi-square,  independent  sample t-test dan bivariate correlation menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan perawat (p-value = 0,044), ada hubungan antara pengalaman dengan kesiapan perawat (p-value = 0,002), ada hubungan antara SOP dengan kesiapan perawat (p-value = 0,010), ada hubungan antara fasilitas dengan kesiapan perawat (p-value = 0,000), ada hubungan antara pelatihan dengan kesiapan perawat (p-value = 0,009) (α = 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara faktor pengetahuan, pengalaman, SOP, fasilitas, serta pelatihan dengan kesiapan perawat dalam melaksanakan resusitasi jantung paru di IGD dan ICCU Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Rekomendasi bagi peneliti lain dapat meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan perawat dalam melaksanakan resusitasi jantung paru pada sasaran penelitian yang lebih luas.Kata Kunci   : Resusitasi jantung paru, kesiapan perawat
HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BULUKUMBA Irfanita Nurhidayah
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.19799

Abstract

Stunting mempengaruhi sekitar 165 juta anak usia dibawah 5 tahun di Negara dengan berpenghasilan rendah dan menengah. Dampak utama dengan adanya stunting di masa kanak-kanak dapat diklasifikasikan dalam hal mortalitas, morbiditas, penurunan mental dan intelektual. Hasil merugikan yang penting dalam kehidupan dewasa, seperti ukuran tubuh, prestasi kerja, kinerja reproduksi, dan risiko tertular penyakit kronis, juga terpengaruh oleh pertumbuhan masa kanak-kanak. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting salah satu factor penting adalah factor genetic. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting. Metode penelitian ini menggunkan desain observasional analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 responden yang diambil dengan metode Probability Rando Sampling dengan teknik simple random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikan a (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi badan ayah didapatkan nilai (p=0.001) maka H0 ditolak dan Ha di terima dan tinggi badan ibu didapatkan nilai (p=0.002) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan tinggi badan orangtua dengan kejadian stunting  pada balita di Desa Taccorong  Kab. Bulukumba. Disarankan agar kiranya hasil penelitian ini dapat digunakan sabagai bahan bacaan serta referensi bagi mahasiswa yang meneliti terkait variable yang sama. Kata Kunci: Tinggi badan, orang tua, kejadian stunting ABSTRACTStunting affects an estimated 165 million children under 5 years of age in low and middle income countries. The main impact of stunting in childhood can be classified in terms of mortality, morbidity, mental and intellectual decline. Adverse outcomes that are important in adult life, such as body size, work performance, reproductive performance, and the risk of contracting chronic diseases, are also affected by childhood development. Some of the factors that can influence the occurrence of stunting, one of the important factors is genetic factors. The purpose of this study was to determine the relationship between the height of the parents and the incidence of stunting. This research method used an analytic observational design with a cross sectional approach. The sample in this study were 38 respondents who were taken by the Probability Command Sampling method with simple random sampling technique. Data analysis in this study used the chi square test with a significant level of a (0.05). The results of this study indicate that the father's height has a value (p = 0.001), then H0 is rejected and Ha is accepted and the mother's height has a value (p = 0.002) then H0 is rejected and Ha is accepted. The conclusion in this study is that there is a relationship between parents' height and the incidence of stunting in children under five in Taccorong Village, Kab. Bulukumba. It is suggested that the results of this study can be used as reading material as well as a reference for students who are researching the same variables. Keywords: Parents', height, stunting events
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PADA KARYAWAN PABRIK BATU DI PT. NUGRAHA KARYA PRATAMA KABUPATEN BULUKUMBA. Irfanita Nurhidayah; Hamdana Hamdana; Jumriani Jumriani; Rahmawati Rahmawati
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.19382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kesehatan keselamatan kerja pada karyawan pabrik batu di PT. Nugraha Karya Pratama Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimental dengan pendekatan “One Group Pre Test-Post Test Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan sebanyak 65 orang. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Teknik Sampling menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan uji Marginal Homogienity Wilcoxon.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan proporsi sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan atau dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan keselamatan kerja pada karyawan pabrik batu di PT. Nugraha Karya Pratama Kabupaten Bulukumba. Dibuktikan dengan nilai p 0,002 (p0,05).Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kesehatan keselamatan kerja pada karyawan pabrik batu di PT. Nugraha Karya Pratama Kabupaten Bulukumba.
Efektivitas Penggunaan Madu dalam Proses Penyembuhan Pada Luka Bakar Derajat II: Literatur Review Rahmawati Rahmawati; Marlina Marlina; Irfanita Nurhidayah
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20653

Abstract

Beberapa literatur melaporkan keberhasilan penggunaan madu untuk menangani berbagai jenis luka termasuk salah satunya adalah luka bakar.  Madu sebagai pengobatan luka bakar telah diterapkan secara luas selama berabad-abad. Manfaat kesehatan dari madu telah dilaporkan dalam berbagai kondisi termasuk antibakteri terhadap berbagai mikroorganisme termasuk yang berasal dari diagnosa terkait luka bakar, penyembuhan luka, peradangan, toleransi glukosa, analgesi serta lebih murah dan mudah diserap dengan pembalut Aquacel  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan madu dalam proses penyembuhan pada luka bakar derajat II. Meotde dalam penelitian ini adalah literaur review. Literatur review ini dibuat dengan strategi pencarian untuk studi ini mengunakan bahasa inggris dan bahasa Indonesia dengan mengunakan database, proquest, google scholar,dan PNRI Keyword yang digunakan adalah “Burn”, “Burns”, “treatment”, “wound healing”. “Honey” dan “madu” “luka bakar derajat II” burn degree II”dari keseluruhan jurnal dipilih 6 jurnal sesuai dengan criteria intervensi dilakukan pada luka bakar derajat II. Hasil dari keseluruhan artikel yaitu 5 artikel dari 6 artikel merekomendasikan penggunaan madu dalam perawatan luka bakar derajat 2. Dengan meningkatnya jumlah laporan tentang penggunaan madu pada luka bakar  derajat 2 dapat dijadikan sebagai  alternatif pada luka bakar dan dapat disimpulkan bahwa  penggunaan madu lebih unggul dibandingkan dengan  perawatan lain dengan persyaratan tertentu. Kata kunci: madu, penyembuhan, luka bakar derajat IIABSTRACTSome of the literature reported in honey reports for various types of wounds including burns. Honey as a burn treatment has been widely applied for centuries. The health benefits of honey have been reported in various conditions including antibacterial against various microorganisms including those from diagnosis related to burns, wound healing, wounds, glucose tolerance, analgesia, cheaper and easier to absorb with Aquacel dressings. The aim of this study was to determine the use of honey use. in the healing process of second degree burns. The meaning of this research is literature review. The literature review was made with a search strategy for this study using English and Indonesian using a database, proquest, google scholar, and PNRI. The keywords used are "Burn", "Burns", "treatment", "wound healing". "Honey" and "honey" "second degree burns" second degree burns "from a total of 6 journals selected according to the criteria for intervention carried out on second degree burns. The results of the total articles are 5 out of 6 articles on the use of honey in the treatment of second degree burns. certain requirements.Keywords: honey, healing, second degree burns
PENGALAMAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD H. ANDI SULTAN DAENG RADJA BULUKUMBA Ardhyanto Ardi; Irfanita Nurhidayah; Andi Baso Tombong
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v4i2.78

Abstract

Chronic kidney failure is progressive kidney damage that is fatal and is characterized by uremia and can lead to hemodialysis to continue living. There is a dependence on hemodialysis and the lack of research that discusses the experience of patients undergoing hemodialysis so that researchers are interested in doing this research. The purpose of this study is to explore the life experiences of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba Hospital. Method This study uses a qualitative study (phenomenology) and a sample of 8 people with criteria for patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis. Data in this study were collected through in-depth interviews on selected subjects (In-depth Interviews) and analyzed using Thematic Analysis. Results Researchers found 4 themes from the results of data analysis. The themes are: (1) Early Symptoms of Disease, sub-themes: uncontrolled blood pressure, lethargy. (2) Motivation and Strengthening Undergo Therapies, sub-themes: enthusiasm from the patient himself, support of other patients undergoing hemodialysis, support from family, support from hemodialysis nurses. (3) Compliance Undergoing Treatment, sub-theme: do not delay and rule out boredom, surrender. (4) Quality of Life for Hemodialysis Patients, sub themes: feeling like a normal human being, improved diet, good weight. The quality of life of patients is better after undergoing hemodialysis therapy. Conclusions and suggestions: There are 4 themes obtained in this study. It is expected that families and nurses can provide support to patients who are undergoing hemodialysis and patients diagnosed in order to avoid fear of undergoing hemodialysis.
Relationship Of Knowledge And Attitude Toward Prevention Of HIV And AIDS Behavior At Cafe Pramusaji In Tanjung Bira Andi Suswani; Irfanita Nurhidayah; Wiwis Lestari
Comprehensive Health Care Vol 2 No 2 (2018): Comprehensive Health Care
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.735 KB) | DOI: 10.37362/jch.v2i2.248

Abstract

AIDS or Acquired Immuno Deficiency Syndrome is a collection of symptoms that arise due to decreased immunity caused by infection by HIV. As a result of decreased immunity, the person is very susceptible to various infectious diseases that are often fatal. With a healthy lifestyle, the time between HIV infection and becoming ill with AIDS can range from 10-15 years, sometimes even longer. Not having sexual intercourse with an infected person, especially anal intercourse, ie body fluids, blood, semen or vaginal secretions most likely to be exchanged, is the only 100% effective way to prevent HIV transmission through sex. The purpose of this study is to determine the relationship of knowledge, attitudes with HIV and AIDS prevention behavior in Cafe Waiters in Tanjung Bira, Bontobahari District, Bulukumba Regency. This study uses an analytic observational design with a "cross-sectional" approach. The study population was all cafe waitresses, amounting to 150 waitresses. The number of samples was 59 respondents. The sampling technique uses probability sampling with a systematic sampling approach. Data collection using a questionnaire. The analysis used the chi-square alt merge cell test and chi-square alt fisher test. The results showed that there was a relationship between knowledge and HIV and AIDS prevention behavior in Cafe Waiters in Tanjung Bira, Bontobahari District, Bulukumba Regency, as evidenced by ρ = 0.038 <α = 0.05 and there was a relationship between attitudes and HIV and AIDS prevention behaviors in Cafe stewards in Tanjung Bira, Bontobahari District, Bulukumba Regency, proven by ρ = 0.017 <α = 0.05. The conclusion in this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes with HIV and AIDS prevention behavior in Cafe Waiters in Tanjung Bira, Bontobahari District, Bulukumba Regency.