Body shaming sudah menjadi fenomena yang umum terjadi. Kasus body shaming meningkat secara signifikan di Indonesia. Perlakuan body shaming mengakibatkan ketidakpuasan fisik yang dapat menyebabkan penurunan harga diri. Remaja akhir rentan mengalami perlakuan body shaming namun investigasi ini jarang dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perlakuan body shaming dengan harga diri remaja akhir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan kriteria inklusi yaitu remaja akhir (17-19 tahun) berjumlah 248 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner body shaming dan The Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami body shaming pada kategori sedang dan memiliki harga diri rendah yaitu 43,4%. Hasil uji chi square secara statistik signifikan (x²= 62,659, p= 0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan perlakuan body shaming dengan harga diri remaja akhir di Fakultas Keperawatan. Direkomendasikan kepada setiap individu agar lebih mensyukuri penampilan fisik yang dimiliki, memandang diri secara positif, bergabung dengan komunitas yang suportif, dan mengikuti pemberdayaan.
Copyrights © 2022