Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SELAMA MENGIKUTI PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN Aiyub, Aiyub
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.547 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6537

Abstract

ABSTRAKPendidikan tinggi keperawatan bertujuan mengembangkan potensi diri mahasiswa dalam menggali pengetahuan dan keterampilan. Iklim akademik harus menjamin kebebasan mahasiswa menggali pengetahuan dan keterampilan secara mandiri, sedangkan pendidik hanya berfungsi sebagai fasilitator, katalisator, dan motivator dalam pencapaian tujuan pemeblajaran. Institusi pendidikan tinggi keperawatan harus memperkuat faktor-faktor yang mempengaruhi memotivasi mahasiswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran secara kualitativ tentang apa yang dipersepsikan mahasiswa sebagai pendorong motivasi belajar. Jumlah sampel penelitian adalah 6 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan tekhnik kuota sampling. Pengumpulan data menggunakan deep interview, dan hasilnya dianalisa menggunakan qualitative content analysis. Hasil penelitian didapatkan tujuh faktor motivasi internal, sepuluh faktor motivasi eksternal, dan satu faktor motivasi terdesak. Rekomendasi kepada penyelenggara pendidikan keperawatan untuk melakukan penguatan terhadap faktor-faktor yang memotivasi mahasiswa selama proses pendidikan keperawatan dalam upaya meningkatkan keberhasilan mahasiswa.Kata Kunci : motivasi mahasiswa, pendidikan keperawatan ABSTRACTHigher education is organized to develope self-potential of students to strengthen and elevate their knowledge and skills. Academic climate in higher education must ensure students freedom independently in exploring their knowledge and skills, while the teachers serve only as facilitator, motivator, and catalyst in achieving education goals. To increase  learning goals achievement of students, education providers have to strengthen motivation factors in learning process.Therefore this study aims to explore what the students think about the factors that motivate them in learning process. The study use six students as sample who selected by using quota sampling technique. The sample was distributed in all academic year, and researcher choose two students as sample in each academic year by using purposive technique. Data colecting was done by using deep interview, and the data was analyzed by using qualitative contents analysis.The study has indentified seven internal factors, ten external factors, and one recessive factor. In related to this study, the reasearcher recomends to nursing higher education provider to strengthen the factors that motivate students in learning process to enhance students interest and motivation.Keywords: student’s motivation, nursing education
Analisis Stigma dan Pengaruh Informasi Anti Stigma Terhadap Pesepsi Stakeholder Pada Program Kemiteraan Masyarakat Aiyub Aiyub; Kartina Zahri; Sufriani Sufriani
Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.3 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i2.12545

Abstract

AbstrakIntroduction: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) harus bejuang melawan gejala penyakit dan stigma. Saat ini public stigma sering menjadi penyebab kekambuhan. Informasi, protest dan kontak merupakan intervensi yang efektif untuk melawan public stigma. Purpose: Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Program Kemiteraan Masyarakat (PKM) dengan menganalisis stigmatisasi dan pengaruh informasi anti stigma. Methods: Desain penelitian adalah descriptive quantitative. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner serta dinanalisa secara deskriptif dan sample paired t-test. Results: Hasil analisa data menunjukkan bahwa stigma responden sangat positif, kecuali kemauan mempekerjakan dan mengawinkan anak dengan ODGJ yang masih rendah. Sementara perlakukan masyarakat terhadap ODGJ masih mengkhawatirkan, hanya kemudahan mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang sudah sangat baik. Sementara pengaruh informasi anti stigma terhadap perubahan stigma responden ada pegaruh secara signifikan (t-test ˂ t-table). Conclusions: Stigma memiliki pengaruh besar terhadap ODGJ, sehingga intervensi anti stigma harus dilakukan secara konsistern, masiv dan bekelanjutan. Stakeholder harus bekerja keras  menyiapkan masyarakat peduli penderita dan keluarga mereka AbstractIntroduction: People with mental disorders have to fight against symptoms of disease and public stigma.  Currently, public stigma is a main cause of patient’s relapses. Information, protest and contact are effective for minimizing public stigma. Purpose: The purpose of study is to evaluate community partnership program by analyzing stigma of stakeholder and the influence of anti stigma information. Methods: The study design is descriptive quantitative. Samples were selected by purposive sampling. Data were analyzed by descriptive analysis and sample paired t-test. Results: According to data analysis, we can be concluded that stigma of respondents are minimize, except the willingness to employ and to marry their daughter with mental disorders. Community treatments for people with mental disorders is very worrying, except mental health services. Meanwile, analysis of sample paired t-test are shown that anti stigma information is not significant to chang stigma of respondents.Conclusions: The impact of stigma for mental disorders are very significants. Anti stigma intervention have to implement consistently, massively and continuesly. Stakeholder must work harder to prepare community for more empathy to mental disorders and their families.Keywords: Stigma, anti Stigma, and community partnership program. 
STIGMATISASI PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA Berjuang Melawan Stigma dalam Upaya Meningkatkan Tujuan dan Kualitas Hidup Aiyub Aiyub
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.239 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v%vi%i.12275

Abstract

AbstrakOrang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) selalu berjuang melawan dua masalah berat dalam kehidupannya, yaitu gejala penyakit dan stigmatisasi. Stigma masih menjadi masalah besar di Indonesia, khsusnya di Aceh. Banyak persepsi negatif yang dilabelkan kepada ODGJ dan keluarga mereka. Stigma sering menyebabkan ODGJ terisolasi atau diisolsi dari lingkungan sosialnya, sehingga kehilangan banyak kesempatan dalam mencapai tujuan hidup dan meningkatkan kualitas hidup. Artikel ini merupakan tinjauan kasus untuk melihat secara teoritis tentang tindakan anti stigma pada penderita gangguan jiwa dalam melawan stigmatisasi sehingga mereka mampu memanfaatkan kesempatan dalam mencapai tujuan hidup dan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata Kunci : Stigmatisasi, orang dengan gangguan jiwa, tujuan hidup, kualitas hidup.AbstracPeople with mental disorders always struggle against double problems in their life. The first is fight against the syndrome of mental illness and the second is against stigmatization. Stigma is big problem for people with mental disorders in Indonesia, especially in Aceh. It has many negative perceptions that labeled for people with mental disorders, as well as their families. Stigma makes them isolated from the social environment, and they lose the opportunity to achieve their goals of life and quality of life. This article is a case study that discusses theoretically the phenomenon of anti-stigma intervention for people with mental disorders in fighting against stigmalization for taking advantaging of opportunities in achieving their their goals of life and  quality of life.Key words: stigmalization, people with mental disorder, goals of life, qulity of life.
TUJUAN YANG DIGUNAKAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA BANDA ACEH Aiyub, Aiyub; Puji Astuti
Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.215 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i3.6439

Abstract

ABSTRAKRumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh, Akademi Keperawatan Ibnu Sina (AKIS) Kota Sabang dan Hedmark University College (HUC) melakukan kerja sama mengembangkan pengetahuan lokal tentang terapi lingkungan, melalui penelitian berbasis aksi (cooperative inquery). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai perawat dalam memberikan layanan kesehatan jiwa pada pasien psikotik. Pengajaran berbasis dialog merupakan intervensi penting dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara kelompok fokus dan dianalisa menggunakan qualitative content analysis. Hasil penellitian teridentifikasi lima tujuan perawat dalam memberikan layanan kesehatan jiwa, yaitu meningkatkan wawasan dan pemahaman pasien, meningkatkan kemandirian pasien, meningkatkann kerja sama dengan keluarga pasien, meningkatkan kerja sama lintas profesi, dan ingin memperbaiki paktek pelayanan. Tujuan ini akan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan terapi lingkungan. Para perawat percaya bahwa terapi lingkungan dapat memperbaiki kualitas layanan kesehatan jiwa melalui penyediaan lingkungan terapeutik yang aman, penuh dukungan, memberi kepastian, meningkatkan kapasitas pasien, sehingga dapat menjamin peningkatan kesehatan pasien. Kata kunci: Terapi lingkungan, kesehatan jiwa, tujuan perawat ABSTRACTBanda Aceh mental hospital in collaboration with Nursing School of Sabang and Hedmark University College will develop local knowledge about milieu therapy. This project is conduct by co-operative inquiry research to identify goals used by nurses in patient care delivery with psychotic. Dialog-based teaching is an important intervention in the study. Data was collected with multi-step focus group interviews and analysed by using qualitative content analysis. The study has identified five goals controlling nurses in their nursing care delivery, nemely: to improve understanding and knowledge of patient, to increase independency of patient, to improve family coorperation, to enhance interdisciplinary collaboration, and to improve care delivery of patient. The goals will be used as first step in developing of milieu therapy. The nurses believe that milieu therapy can be a therapeutic modality for improving mental health services in the hospital by creating therapeutic environmet that is safe, full support, pedictable, develop patients capacity, that  focused on the patient’s healing.Keywords: Environmental therapy, mental health, nursing purposes
PENGARUH MODUL KEPERAWATAN DALAM MEMINIMALISIR STIGMA MAHASISWA TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS Puji Astuti; Kartina Zahri; Aiyub Aiyub; Intashara Intashara
Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i1.19782

Abstract

Pendahuluan: Stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat menghambat mereka dalam menadapatkan layanan kesehatan. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peranan penting dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada ODHA. Perawat harus memiliki empati dan sikap positif terhadap ODHA. Empati dan sikap positif ini sudah harus dibentuk sejak proses pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif mahasiswa terhadap ODHA. Metode: Penelitian bersifa cross-sectional denagn desain deskriptif korelatif. Sampel penelitian adalah 281 mahasiswa Fakultas Keperawatan Unsyiah yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan menggunakan “Brief-Quantitative Measure of Attitudes of HIV-Related Stigma and Discrimination” dengan 22 pernyataan dalam bentuk skala Likert. Data penelitian dianalisis dengan Kendall’s Tau-b menggunakan IBM SPSS Statistics Versi 22. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara nilai modul keperawatan HIV/AIDS dengan stigma mahasiswa terhadap ODHA. Namun faktor usia dan semester berkorelasi negatif terhadap stigma mahasiswa. Kesimpulan: Modul keperawatan HIV/AIDS tidak sepenuhnya mempengaruhi stigma mahasiswa terhadap ODHA. Terdapat kontribusi modul keperawatan lainnya yang secara simultan meminimalisir stigma mahasiswa terhadap ODHA.Key Word: Stigma,  Orang Dengan HIV/AIDS, Modul KeperawatanABSTRACTIntroduction: Stigma toward People Live with HIV/AIDS (PLWHA) can be obstacle for patients in seeking professional’s help. Nurses as health professionals have an important role in providing quality health care services to PLWHA. The Nurses must have empathy and positive attitudes toward PLWHA. Therefore, empathy and positive attitudes must be developed since the learning process started. The nursing curriculum with competency-based has proven to be able to increase knowledge and positive attitudes of students toward PLWHA. Method: This study is cross-sectional with a descriptive correlation design. About 281 students of Nursing Faculty of Universitas Syiah Kuala were recruited by purposive sampling method. The data were collected by using "Brief-Quantitative Measure of Attitudes of HIV-Related Stigma and Discrimination” that consist of 22 statements using a Likert scale. The data were analyzed by Kendall's tau with using IBM SPSS Statistics version 22. Result: The results showed that there was no correlation between the academic grade of the HIV/ AIDS nursing module with the stigma of students towards PLWHA. However, age and semester are negatively correlated to student stigma. Conclusion: The HIV/AIDS nursing module does not fully affect the students' stigma toward PLWHA. There are other nursing modules contributions that simultaneously minimize the students' stigma towards PLWHA.Key Word: Stigma, People Live with HIV/AIDS, Nursing Module
TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT RUMAH SAKIT TENTANGCORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) Teuku Agus Iryandi; Aiyub Aiyub; Sri Novitayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan perawat tentang COVID-19 merupakan hal yang sangat penting dan menjadi prioritas utama dalam penanganan COVID-19 untuk mencegah terjadinya penularan kepada perawat, karena perawat menjadi garda terdepan dalam menangani pasien COVID-19. Pengetahuan tentang COVID-19 sangat berpengaruh terhadap kinerja perawat, pengetahuan yang baik akan membuat perawat merasa aman dalam menangani pasien yang terinfeksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat terhadap COVID-19 di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berada di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh yang berjumlah 246 perawat, teknik pengambilan sampel yaitu accidental samping dengan jumlah sampel sebanyak 153 responden. penelitian ini menggunakan descriptive design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perawat yang bertugas di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh memiliki pengetahuan yang baik tentang COVID-19 (71%). Oleh karena itu diharapkan kepada rumah sakit untuk mempertahankan kebijakan yang berkaitan dengan COVID-19 dan selalu menyediakan fasilitas seperti Alat Pelindung Diri (APD),pemberian informasi terkini mengenai COVID-19,serta pengurangan beban kerja yang berlebih.
TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA SARJANA KEPERAWATAN YANG MENGIKUTI UJIAN COMPUTER BASED TEST (CBT) suhardi suhardi; Aiyub aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Computer Based Test (CBT) termasuk salah satu tahap evaluasi yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa, namun hal ini dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan dapat menganggu kegiatan akademik bahkan dapat menyebabkan mahasiswa tidak dapat melakukan tindakan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan yang mengikuti Computer Based test (CBT) di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini deskriptif explorative dengan pendekatan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Sarjana Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu berjumlah 86 mahasiswa yang akan mengikuti Computer Based Test (CBT). Instrumen dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Nist and Diehl Anxiety Questionare dan dianalisa dengan uji statistik univariat. Berdasarkan penelitan, cemas ringan (22,1%)   cemas sedag (75,6%) dan cemas berat (2,3%). Diharapkan kepada mahasiwa untuk dapat mempersiapkan diri yang lebih baik saat mengikuti ujian Computer Based Test (CBT), dan bagi fakultas keperawatan dapat menyediakan fasilitas yang dapat mengurangi kecemasan, seperti fasiitas olahraga yang cukup dan fasilitas yang lain.
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA KEPERAWATAN SELAMA PERKULIAHAN DARING Silvi Monica; Hasmila Sari; Aiyub Aiyub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan krisis di berbagai aspek, salah satunya pendidikan. Sebagai upaya penanganannya, pemerintah mengalihkan metode pembelajaran tatap muka menjadi metode daring. Perubahan ini menyebabkan perlunya adaptasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Metode perkuliahan daring juga memperhatikan mutu pendidikan yang akan berdampak pada kepuasan terhadap perkuliahan daring. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat kepuasan perkuliahan daring. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitianyaitu mahasiswa Fakultas Keperawatan dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 521 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner secara daring. Kuesioner yang digunakan yaitu Eysenck Personality Inventory (EPI) dan Online Course Satisfaction Scale (OCSS). Analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal Wallis untuk melihat hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat kepuasan mahasiswamenunjukkan nilai P-value 0,001. Sedangkan untuk melihat hubungan variabel kebisingan dengan tingkat kepuasan mahasiswa digunakan uji regresi linear dan didapatkan hasil P-value 0,001. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian dan kebisingan dengan tingkat kepuasan terhadap perkuliahan daring. Rekomendasi dalam penelitian ini yaitu yaitu perlunya ditingkatkan sistem perkuliahan daring yang lebih baik dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tipe kepribadian mahasiswa dan juga mengurangi kemungkinan adanya kebisingan selama perkuliahan daring.
HUBUNGAN SELF-AWARENESS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN YANG SEDANG MELAKSANAKAN TUGAS AKHIR Syawaline Gabrielle; Aiyub Aiyub; Sri Novitayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi merupakan perasaan sedih atau hilangnya minat serta motivasi seseorang. Ketidakstabilan emosional yang dapat menyebabkan depresi sering dialami oleh mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir. Depresi dapat diminimalisir melalui upaya peningkatan self-awareness mahasiswa, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara self-awareness dan tingkat depresi pada mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas akhir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala yang sedang melaksanakan tugas akhir. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data kuesioner Self-awareness dan kuesioner Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9) dilakukan melalui Google Form. Data dianalisa menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan p-value = 0,003 (0,05), atau dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-awareness dan tingkat depresi. Sehingga meningkatkan self-awareness dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk menurunkan tingkat depresi
HUBUNGAN PEER STIGMA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nawal Ghina; Aiyub Aiyub; Anda Kamal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma masih terus berkembang di masyarakat termasuk pada dewasa awal dan kelompok sebaya (peer group) di sekolah. Remaja yang memiliki stigma yang tinggi cenderung akan melakukan tindakan bullying diantaranya mengejek fisik, mendiskriminasi, mengucilkan, dan melakukan kekerasan fisik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan peer stigma dengan perilaku bullying. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik non probability sampling dengan quota sampling sebagai teknik pengambilan  sampel 93 siswa. Untuk melihat tingkat peer stigma menggunakan kuesioner Peer Mental Health Stigmatization Scale  (PMHSS) dan untuk melihat tinggkat korban bullying menggunakan kuesioner Form Bullying Scale (FBS). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peer stigma remaja berada pada tingkat tinggi dengan persentase terbanyak yaitu 59,1%, sedangkan korban bullying pada kategori rendah yaitu 63,4%. Hasil uji chi square didapatkan P-Value = 0,000 (P Value 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan peer stigma dengan perilaku bullying pada remaja Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara yang berarti terdapat hubungan antara peer stigma dengan perilaku bullying. Berdasarkan hasil tersebut di rekomendasikan kepada pihak Sekolah untuk memberikan sosialisasi mengenai pengaruh stigma  dan perilaku bullying secara merata terhadap semua jenjang kelas untuk mengurangi stigma pada remaja dan menambah pengetahuan tentang bullying.