Risiko perilaku kekerasan merupakan respons emosi yang timbul sebagai reaksi terhadap kecemasan yang meningkat, dirasakan sebagai ancaman, seperti dihina dan ungkapan perasaan terhadap keadaan yang tidak menyenangkan, kecewa, keinginan tidak tercapai, dan tidak puas. Dampak dari risiko perilaku kekerasan yang dilakukan adalah dapat mencederai diri sendiri dan orang lain ketika perilaku kekerasan tersebut tidak dapat dicegah. Tujuan studi kasus ini adalah mampu melakukan asuhan keperawatan secara holistik dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah melakukan studi kasus selama 6 hari dengan memberikan asuhan keperawatan jiwa yaitu dengan cara fisik; relaksasi tarik napas dalam serta penyaluran energi, minum obat, mengungkapkan perasaan, dan dengan cara spiritual. Data awal didapatkan gejala pada pasien adalah sering berbicara kasar, pandangan tajam, dan marah-marah serta tampak tegang. Setelah dilakukan perawatan didapatkan pasien mampu memahami Strategi Pelaksanaan (SP) dan terapi psikoreligius yang telah diajarkan serta mampu diaplikasikan selama dirawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Berdasarkan hasil studi kasus direkomendasikan agar lebih memperhatikan dan lebih memperkuat peran perawat melalui pemberian terapi psikoreligius secara lebih intensif pada pasien dengan masalah kesehatan jiwa, khususnya pasien dengan risiko perilaku kekerasan
Copyrights © 2023