Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Skizofrenia Rawat Jalan Farisa, Alya; Dineva R, Farah; Novitayani, Sri
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v5i1.7531

Abstract

ABSTRAK Pasien skizofrenia rawat jalan sangat penting untuk patuh dalam mengkonsumsi obat secara teratur sesuai instruksi agar dapat mengontrol gejala skizofrenia yang dialaminya. Ketika gejala skizofrenia terkontrol, pasien mampu menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari dengan baik. Hal ini akan mengakibatkan kualitas hidup pasien lebih baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel pada penelitian adalah pasien skizofrenia rawat jalan yang berjumlah 110 pasien dengan kriteria antara lain pasien dengan diagnosa medis skizofrenia berdasarkan rekam medis pasien, berusia di atas 18 tahun, pasien berobat jalan 1 tahun terakhir, memiliki Brief Psychiantric Ranting Scale ≤ 40, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data demografi, Behavior of Medication Adherence Questionnaire (BMAQ), Kuesioner World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF), dan The Brief Psychiantric Ranting Scale (BPRS). Hasil menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia (p>0,0). Kepatuhan minum obat mempengaruhi tingkat kualitas hidup pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Aceh. Pasien patuh dalam meminum obat karena terdapat pengetahuan yang cukup sehingga tau pentingnya patuh dalam minum obat untuk mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup. Kata kunci: Kualitas hidup, Kepatuhan minum obat, Skizofrenia ABSTRACT It is very important for schizophrenic outpatient to adhere taking medication as prescribe in order to control the symptoms of schizophrenia that they experience. While the symptoms are controlled, the schizophrenic outpatient is able to carry out activity daily living well. The aim of this study is to determine the relationship between medication adherence and quality of life in schizophrenic outpatients at the Polyclinic of Aceh Mental Hospital. This study is quantitative with a cross-sectional study design. The sample in the study was 110 schizophrenic outpatients with the criteria consist of being patients with a medical diagnosis of schizophrenia based on the patient's medical records, aged over 18 years, the patient had received outpatient treatment for the last 1 year, had a BPRS ≤ 40, and could communicate well. The instruments used in this study were demographic data questionnaire, the Behavior of Medication Adherence Questionnaire (BMAQ), the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) Questionnaire, and The Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS). The results showed that there was a correlation between adherence to taking medication and quality of life in schizophrenic outpatients (p > 0.0). Adherence in taking medication affects the level of quality of life in schizophrenia patients at the Polyclinic of Aceh Mental Hospital. Schizophrenic outpatients are obedient in taking medication because they have sufficient knowledge so they know the importance of adherence in taking medication to reduce relapse and improve quality of life. Keywords : Quality of life, Medication adherence, Schizophrenia
PENERAPAN TERAPI BERCAKAP-CAKAP PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN: SEBUAH STUDI KASUS kanza, Muthia; Novitayani, Sri; Martina, Martina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah suatu kondisi dimana individu merasakan stimulus sensasi palsu berupa suara yang sebenarnya tidak ada. Penerapan strategi pelaksanaan merupakan suatu cara atau upaya yang dapat digunakan pasien halusinasi pendengaran untuk mengatasi munculnya halusinasi, salah satu strategi yang dapat digunakan adalah terapi bercakap-cakap. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh dengan penerapan terapi bercakap-cakap di ruang Seulanga Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah dengan melaksanakan asuhan keperawatan selama 6 hari pada pasien dengan halusinasi. Hasil pada studi kasus ini adanya penurunan intensitas halusinasi setelah diterapkan terapi bercakap-cakap, pasien mampu mempraktikan kembali tindakan keperawatan yang sudah diajarkan dan pasien merasa terapi bercakap-cakap pelaksanaan membuat pasien merasa lebih tenang, tidak gelisah dan pikirannya menjadi teralihkan. Kesimpulannya setelah diberikan intervensi pasien mampu mengisi aktivitas pasien dengan bercakap-cakap sehingga tidak fokus pada halusinasi dan membuat pasien senang dalam bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya, sehingga menurunkan gejala pasien dapat mengontrol halusinasi dengan berkurangnya tanda gejala serta berperilaku adaptif.
PENERAPAN TERAPI PSIKORELIGIUS PADA RISIKO PERILAKU KEKERASAN: SUATU STUDI KASUS Safitri, Nanda Anni; Aiyub, Aiyub; Novitayani, Sri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko perilaku kekerasan merupakan respons emosi yang timbul sebagai reaksi terhadap kecemasan yang meningkat, dirasakan sebagai ancaman, seperti dihina dan ungkapan perasaan terhadap keadaan yang tidak menyenangkan, kecewa, keinginan tidak tercapai, dan tidak puas. Dampak dari risiko perilaku kekerasan yang dilakukan adalah dapat mencederai diri sendiri dan orang lain ketika perilaku kekerasan tersebut tidak dapat dicegah. Tujuan studi kasus ini adalah mampu melakukan asuhan keperawatan secara holistik dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah melakukan studi kasus selama 6 hari dengan memberikan asuhan keperawatan jiwa yaitu dengan cara fisik; relaksasi tarik napas dalam serta penyaluran energi, minum obat, mengungkapkan perasaan, dan dengan cara spiritual. Data awal didapatkan gejala pada pasien adalah sering berbicara kasar, pandangan tajam, dan marah-marah serta tampak tegang. Setelah dilakukan perawatan didapatkan pasien mampu memahami Strategi Pelaksanaan (SP) dan terapi psikoreligius yang telah diajarkan serta mampu diaplikasikan selama dirawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Berdasarkan hasil studi kasus direkomendasikan agar lebih memperhatikan dan lebih memperkuat peran perawat melalui pemberian terapi psikoreligius secara lebih intensif pada pasien dengan masalah kesehatan jiwa, khususnya pasien dengan risiko perilaku kekerasan
Korelasi Dukungan Sosial dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Rawat Jalan Novitayani, Sri; Ruchina, Syiva; Dineva R, Farah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1025

Abstract

Latar Belakang: Umumnya, masalah utama kesehatan mental pada pasien  skizofrenia rawat jalan adalah kurangnya dukungan sosial untuk membantu mereka mematuhi pengobatan. Pasien  skizofrenia rawat jalan sulit untuk mematuhi obat mereka karena mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk terus mengonsumsi obat seperti yang diresepkan. Oleh karena itu, dukungan sosial memiliki peran penting dalam merawat pasien skizofrenia  rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Aceh.  Metode : Penelitian ini merupakan studi korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 110 pasien skizofrenia rawat jalan  yang datang ke poliklinik di Klinik Jiwa Aceh Keperawatan Kesehatan dengan kriteria inklusi terdiri dari pasien rawat jalan dengan diagnosis skizofrenia, lanjut usia di atas 18 tahun, skor BPRS kurang dari 41 dan memiliki komunikasi yang baik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini termasuk, kuesioner data demografis untuk mengumpulkan data responden, Multidimensional scale of perceived social support (MSPSS) untuk mengumpulkan dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang lain, dan juga kuesioner kepatuhan Pengobatan Perilaku untuk mengumpulkan data kepatuhan minum obat. Hasil : Menurut analisis  Uji Spearmean Rank, hasilnya menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan di antara pasien skizofrenia rawat jalan yang mengunjungi poliklinik di Rumah Sakit Jiwa Aceh (p < 0,05). Kesimpulan : Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan di pasien skizofrenia rawat jalan. Semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan kepada pasien rawat jalan skizofrenia, semakin tinggi kepatuhan pengobatan yang mereka miliki.
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Diversifikasi Produk Olahan dari Nanas aiyub; aiyub, aiyub; Novitayani, Sri; Ramli, Farah Dineva
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.15

Abstract

In Indonesia, the pineapple (Ananas comosus L.) is a well-liked fruit. Kayukul is a village in Central Aceh that is well-known for being a pineapple-growing hub. However, farmers sell their harvest as fresh fruit. As a result, the price of pineapples reduces significantly during the rainy season and when the harvest is plentiful. Therefore, the diversification program offered in the Product-Based Community Services Program (PBCSP) to cultivate pineapples into meals and fresh drinks received positive responses from communities. This community service's goal is to increase the knowledge and skills of the local communities on how to transform pineapples into goods with added value, which they can then utilize as businesses to raise their family income. PBCSP was conducted in three steps, namely preparation, implementation, and evaluation. The target group of PBCSP were teenagers, housewives, and micro, small, and medium business actors. PBCSP activities were carried out for a month with three feature products, namely: cookies, syrup, and jelly candy made from pineapple. Training on how to create the products was used to socialize the featured products with the target audiences. A participatory paradigm was used in the preparation, formulation, and evaluation of the products. The target groups' complaints and recommendations regarding the products served as guidance for product development. To boost the added value of products, the selection and the determination of product names (brands) and package development were made. It is hoped that PBCSP will be implemented in a sustainable manner because the evaluation results indicated that the communities thought the program was highly useful. In order to help the target groups who have acquired the knowledge and skills to produce the feature products offered, the government is also expected to offer business financing assistance to create diverse enterprises to raise their family income. Keywords: Community Services, Pineapple, Diversification, Pineapple cookies, Pineapple Syrup, Pineapple Jelly Candy
Hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada skizofrenia Qawima, Septia; Novitayani, Sri; Pertiwi, Eri Riana
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1512

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan seseorang terhadap penyakit akan membantunya untuk dapat membuat keputusan terkait pengobatan yang akan dijalaninya. Kepatuhan terhadap pengobatan pasien skizofrenia bergantung pada persepsi pasien terkait penyakitnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien skizofrenia dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat di Aceh Besar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskripstif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan metode total sampling adalah 83 pasien. Instrumen yang digunakan adalah knowledge About Schizophrenia Questionnaire (KASQ) dan Behavior of Medication Adherence Questionnaire (BMAQ). Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dengan pengetahuan yang cukup memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi (72,3%) dengan hasil uji chi-square yang memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p=0,335). Diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dalam mengidentifikasi faktor lain dari penyebab kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia.
Hubungan antara fungsi keluarga dengan patuh obat pada Skizofrenia Jannah, Miftahul; Novitayani, Sri; Hidayati, Husna
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1513

Abstract

Pendahuluan: Pasien skizofrenia mengalami ketidakseimbangan neurotransmiter di otak yang mempengaruhi fungsi kognitif, pikiran dan perilaku. Hal ini menyebabkan pasien skizofrenia membutuhkan bantuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya dalam proses pengobatan. Oleh karena itu, fungsi keluarga sangat penting dalam membantu keberhasilan pengobatan pasien dengan skizofrenia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain descriptive correlative dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel terdiri dari 123 pasien skizofrenia rawat jalan di Puskesmas Kuta Baro dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The McMaster Family Assessment Device (FAD) dan Behavior of Medication Adherence Questionnaire (BMAQ), lalu dianalisis dengan uji Spearman rank correlation. Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fungsi keluarga dan kepatuhan minum obat (p < 0,001) dengan kekuatan korelasi sedang. Secara spesifik, aspek lainnya juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikat terutama dalam aspek komunikasi (p=0,006) dengan kekuatan korelasi lemah, responsivitas afektif.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DI KOTA SABANG Fiddini, Azzahra; Jannah, Syarifah Rauzatul; Novitayani, Sri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi suatu kebutuhan dikalangan remaja. Penggunaan media sosial dapat memberikan dampak positif seperti kemudahan mencari informasi, berkomunikasi, mengembangkan minat bakat, bertukar ide dan mencari kesenangan. Selain itu, juga dapat memberikan dampak negatif seperti penyalahgunaan untuk mencari informasi dan ketergantungan pada media sosial, yang dapat mengubah kondisi psikologis dan berisiko penyakit mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi pemakaian media sosial terhadap remaja di kota Sabang. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive dengan pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 244 yang diperoleh melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen yaitu data demografi dan Social Media Addiction Scale-Student Form yang dilakukan secara langsung dengan membagikan kuesioner secara paper-based. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecanduan media sosial berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 126 orang (51,6%). Penelitian ini diharapkan mampu menjadi masukan bagi remaja. Harapannya remaja dapat lebih bijak seperti mengatur waktu pemakaian media sosial sehingga tidak berisiko mengalami kecanduan media sosial.
PENDEKATAN TERAPI PSIKORELIGIUS TERHADAP PASIEN HALUSINASI: SUATU STUDI KASUS Rahmi, Alfiatur; Novitayani, Sri; Martina, Martina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan kasus skizofrenia cenderung dapat melakukan hal-hal yang berbahaya karena mengikuti halusinasi yang dirasakannya. Apabila halusinasi tidak ditangani segera maka akan menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien maupun orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Aceh dengan pendekatan terapi psikoreligius (zikir). Intervensi yang dilakukan adalah penerapan strategi pelaksanaan dan zikir sebagai terapi spiritual. Hasil evaluasi didapatkan dengan menggunakan kuesioner Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) yang menunjukkan adanya penurunan intensitas halusinasi setelah diterapkan terapi zikir yaitu suara halusinasi muncul kurang dari seminggu sekali sekitar 10 menit sebelum diberikan intervensi dan menjadi tidak mendengar suara halusinasi sama sekali. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan terapi psikoreligius zikir mampu membuat pasien lebih nyaman dan tenang serta menurunkan kegelisahan dan gejala lainnya pada pasien halusinasi. Diharapkan terapi psikoreligius zikir dapat diterapkan dan dijadikan satu program terjadwal rutin ketika pagi dan petang sehingga dapat menurunkan kejadian halusinasi pada pasien di Rumah Sakit Jiwa Aceh.