ABSTRAKRisiko perilaku kekerasan merupakan perilaku yang berisiko membahayakan diri sendiri ataupun orang lain baik secara fisik, emosional dan seksual serta memiliki riwayat melakukan tindakan kekerasan. Perilaku kekerasan memiliki efek yang berbahaya seperti mencederai dirinya sendiri atau orang lain yang berakibat kematian serta cenderung merusak barang-barang disekitarnya. Studi kasus ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perubahan setelah diberikan latihan relaksasi otot progresif dan terapi wudhu pada pasien dengan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu strategi pelaksanaan (SP) 1 hingga 4 serta intervensi tambahan sesuai evidence based practice yaitu terapi relaksasi otot progresif dan terapi wudhu. Hasil evaluasi yang didapatkan ialah terdapat penurunan tanda dan gejala perilaku kekerasan. selain itu, pasien mengatakan setelah melakukan terapi wudhu dan relaksasi otot progresif tidak lagi merasa marah dan mudah untuk mengungkapkan rasa marahnya secara baik. Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan kepada pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh agar dapat memberikan terapi strategi pelaksanaan risiko perilaku kekerasan secara rutin. Disamping itu, perawat juga dapat memberikan terapi wudhu, kegiatan beribadah dan relaksasi otot progresif sehingga pasien dapat mengontrol perilaku kekerasan yang dialami.
Copyrights © 2022