Komplikasi saat melahirkan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Cephalopelvic Disproportion (CPD) adalah salah satu komplikasi yang mengharuskan tindakan sectio caesarea. CPD adalah ketidaksesuaiaan antara kepala janin dengan panggul ibu sehingga kepala janin tidak masuk panggul. CPD dapat terjadi karena berkurangnya ukuran panggul, ukuran janin yang terlalu besar atau kombinasi dari keduanya. Masalah CPD bukan hanya berdampak kepada ibu yang akan melahirkan namun juga pada keselamatan bayi. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan Ny. EM post sectio caesaria dengan cephalopelvic disproportion. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah nyeri akut, menyusui tidak efektif, resiko infeksi dan ansietas. Intervensi yang di terapkan berdasarkan evidence based seperti manajemen nyeri non-farmakologis yaitu deep breathing exercise, mobilisasi dini, terapi zikir. Manajemen laktasi yaitu posisi menyusui, perlekatan menyusui yang benar (lacth on), breast care (perawatan payudara, kompres hangat dan pijat oksitosin), pemberian terapi antibiotic dan analgesic, perawatan lukas post SC, manajemen ansietas yaitu terapi murotal al-quran dan terapi SEFT. Hasil evaluasi dilakukan selama perawatan didapatkan bahwa seluruh masalah dapat teratasi namun resiko infeksi tetap dalam pemantauaan. Disarankan kepada perawat dapat menerapkan asuhan keperawatan yang komprehensif berdasarkan evidence based practice, dan menjadikan tulisan ilmiah menjadi referensi tambahan dalam menerapkan asuhan keperawatan.
Copyrights © 2022