Preeklampsia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang salah satunya yaitu HELLP syndrome. Prinsip pengobatan pada pasien dengan HELLP syndrome yaitu dengan terminasi kehamilan yang dapat dilakukan dengan tindakan sectio caesaria. Pasien dengan HELLP syndrome mempunyai masalah dengan hemolisis darah, peningkatan enzim hati, dan penurunan jumlah trombosit. Masalah preeklampsia dan HELLP syndrome bukan hanya berdampak pada ibu hamil dan melahirkan, namun juga menimbulkan masalah pasca persalinan akibat disfungsi endotel diberbagai organ seperti hati, ginjal, jantung dan otak. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada Ny. PN post sectio caesarea dengan preeklampsia dan HELLP syndrome. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah risiko perfusi serebral tidak efektif, risiko perdarahan, risiko infeksi, defisit pengetahuan dan nyeri akut. Intervensi yang diterapkan berdasarkan evidence based seperti manajemen nyeri secara nonfarmakologi yaitu teknik relaksasi napas dalam, relaksasi benson, hand hygiene, posisi semi fowler, pendidikan kesehatan terkait dengan preeklampsia, pengkajian nyeri dengan PQRST, monitor Mean Arterial Preassure (MAP), pemberian terapi antibiotik, perawatan luka post SC, dan pemberian terapi kortikosteroid . Hasil evaluasi selama dilakukan perawatan pada masalah keperawatan yaitu pada diagnosa risiko perfusi serebral tidak efektif belum teratasi karena tekanan darah yang masih tinggi, risiko perdarahan belum teratasi karena hasil laboratorium pada pemeriksaan trombosit masih rendah, dan diagnosa risiko infeksi belum teratasi karena leukosit yang terus mengalami peningkatan. Disarankan kepada perawat untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien postpartum khususnya dengan risiko perfusi serebral tidak efektif karena hipertensi dan menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam menerapkan asuhan keperawatan.