Salah satu istilah kunci yang dipakai untuk menunjukkan hubungan antara jarh wa ta’dīl dengan isu wacana dan aliran Islam, adalah bid’ah dan al-mubtadi’. Dimulai dari pengenalan awal pada konsep bid’ah dalam konteks jarh wa ta’dīl, artikel ini membahas gagasan Ibnu Hajar al-‘Asqalāni tentang konsep bid’ah dan keabsahan riwayat al-mubtadi’. Ibnu Hajar dipilih di sini sebagai puncak eksponen dalam wacana “ulūm al-hadītḣ di mana gagasan bid’ah dipertimbangkan kembali sejalan dengan masih adanya polemik aliran Islam, yang akhirnya berkaitan dengan klaim “kafir” sebagai senjata agama untuk menyalahkan yang lain.
Copyrights © 2016