INTISARI Latar belakang : Diare didefinisikan sebagai buang air besar yang encer minimal 3 kali dalam 24 jam. Diare menyumbang sekitar 9% dari seluruh kematian balita di seluruh dunia. Di Indonesia prevalensi diare untuk semua kelompok umur sebesar 8%, balita sebesar 12,3%, dan pada bayi sebesar 10,6%. Diperkirakan jumlah kasus diare sebanyak 11.811 di Kabupaten Kulon Progo, dan baru 7.914 (Capaian 67%) telah tertangani. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang diare pada anak. Metode : Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Posyandu Belik Kalurahan Demangrejo Kabupaten Kulon Progo pada hari Kamis, 11 Januari 2024. Seluruh data dalam kegiatan diolah menggunakan SPSS versi 26. Uji T-berpasangan digunakan untuk menganalisis perubahan tingkat pengetahuan Ibu setelah diberikan penyuluhan. Hasil:.Hasil kegiatan Ibu balita yang datang ke Posyandu Belik yaitu sebanyak 30 orang. Sebelum dilakukan penyuluhan, dari total 30 orang yang menjadi peserta sebanyak 12 Ibu (40%) masih memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai penyakit diare. Setelah diberikan penyuluhan menggunakan media leaflet didapatkan bahwa tingkat pengetahuan Ibu yang sudah baik menjadi 28 orang (93.3%). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan Ibu tentang diare sebelum dan setelah diberikan penyuluhan. Kata kunci : Penyakit diare, penyuluhan, perbedaan pengetahuan Abstract Background: Diarrhea is defined as passing loose watery stools at least 3 times in 24 hours. Diarrhea accounts for around 9% of all under-five deaths worldwide. In Indonesia, the prevalence of diarrhea for all age groups is 8%, for toddlers is 12.3%, and for babies is 10.6%. It is estimated that the number of diarrhea cases is 11,811 in Kulon Progo Regency, and only 7,914 (67% achievement) have been treated. Objective: Community service activities aim to increase mothers' knowledge about diarrhea in children. Methods: The activity was carried out at Posyandu Belik, Demangrejo Village, Kulon Progo Regency on Thursday, January 11 2024. All data in the activity was processed using SPSS version 26. The paired T-test was used to analyze changes in the mother's level of knowledge after being given counseling. Results: The results of the activities of mothers who came to Posyandu Belik were 30 people. Before the counseling, out of a total of 30 people who participated, 12 mothers (40%) still had an insufficient level of knowledge about diarrheal diseases. After being given counseling using leaflet media, it was found that the mother's level of knowledge was good at 28 people (93.3%). It can be concluded that there is a difference in the mother's level of knowledge about diarrhea before and after being given counseling. Keyword: Diarrhea disease, education, differences in knowledge
Copyrights © 2024