Hastagina: Jurnal Kriya dan Indsutri Kreatif
Vol 1 No 01 (2021): Hastagina: Jurnal Kriya dan Industri Kreatif

Komparasi Busana Arca Harihara Era Majapahit: Koleksi Museum Nasional Jakarta, Pusat Informasi Majapahit Trowulan, dan Museum Anjuk Ladang Nganjuk

Waridah Muthi’ah (Program Studi Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain, FSRD, ITB)
Agus Sachari (Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB)
Pindi Setiawan (Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB)
Ahmad Haldani Destiarman (Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB)



Article Info

Publish Date
14 Jan 2021

Abstract

Arca era Klasik di Nusantara merupakan sumber pengetahuan mengenai kondisi masyarakat pada masa tersebut. Dalam penggambaran busana pada arca dari era Klasik Akhir (abad ke-13 hingga ke-15 M) di Jawa, khususnya pada arca pendharmaan raja, tampak kesejajaran antara gaya busana yang dikenakan raja dengan para dewa, yakni pada bentuk, jenis, serta penggunaan simbol-simbol yang merupakan atribut dewa, khususnya Trimurti. Jika dikaitkan dengan prinsip kesejajaran mikrokosmos dan makrokosmos dalam masyarakat Jawa, hal ini merupakan representasi konsep dewaraja, yakni menyejajarkan sang pemakai dengan sifat atau kedudukan dewa tertentu. Penggambaran raja dalam atribut dewa juga dapat dihubungkan dengan fungsi busana sebagai upaya untuk mengukuhkan status raja dalam masyarakat. Pada era Majapahit, terdapat sebuah fenomena dalam arca perwujudan, yakni menghadirkan Wisnu dan Siwa dalam satu tubuh yang dikenal sebagai Harihara. Meski kultus Harihara merupakan hal yang jarang ditemukan di Indonesia, pada era ini ditemukan beberapa penggambaran Harihara dalam arca perwujudan raja maupun arca dewa. Akan tetapi, walaupun penggambaran dewa dan raja diatur dalam kanon Silpasastra dan Manasara, penggambaran atribut kedewaan dalam arca-arca tersebut memperlihatkan variasi, khususnya pada busana. Penelitian ini difokuskan untuk membahas variasi elemen busana dan atribut kedewaan pada empat arca Harihara yang ditemukan di Majapahit, yakni arca Harihara Simping, Harihara Kembar, dan Harihara Sekaran. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan ikonografis.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

hastagina

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

 Jurnal ini menerbitkan karya tulis hasil penelitian baik berupa kajian dan penciptaan yang merujuk pada aspek keilmuan kriya yang meliputi jenis medianya seperti: 1) Kriya Logam; 2) Kriya Tekstil; 3) Kriya Keramik; 4) Kriya Kayu; dan 5) Kriya Kulit. Sedangkan berdasarkan fungsinya, yaitu: 1) Kriya ...