Nomophobia, yang disingkat dari “no mobile phone phobia”, merupakan rasa cemas ketika seseorang terpisah dari telepon genggamnya. Selama ini, salah satu hal yang dianggap sebagai faktor risiko nomophobia adalah kesepian, yaitu pengalaman emosional yang tidak menyenangkan ketika seseorang mengalami kekurangan kuantitas dan kualitas hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nomophobia dengan kesepian pada kelompok yang berusia dewasa muda (19-22 tahun) terutama dengan diberlakukannya sistem pembelajaran campuran (daring dan luring). Sebanyak 110 (39 laki-laki dan 71 perempuan) mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana angkatan 2018 mengisi kuesioner daring menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan UCLA (University of California Los Angeles) Loneliness Scale version 3 yang sudah divalidasi ke dalam Bahasa Indonesia. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, hasil survey ini tidak menemukan korelasi antara tingkat kesepian dengan tingkat nomophobia. Perlu dikaji lebih lanjut kemungkinan bahwa tatap muka pembelajaran secara terbatas mengubah pola penggunaan telepon genggam maupun interaksi sosial dibandingkan dengan kondisi sebelum masa pandemi maupun saat pembelajaran jarak jauh sepenuhnya.
Copyrights © 2023