Prevalensi pradiabetes usia muda meningkat. Oleh karena itu, skrining pradiabetes perlu dilakukan pada remaja, terutama mahasiswa keperawatan. Sebagai calon tenaga kesehatan, mereka adalah duta kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan risiko pradiabetes pada mahasiswa S-1 reguler keperawatan di Cikarang, Jawa Barat. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menggunakan metode total sampling pada 170 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan instrumen Prediabetic Test Screening Tools yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan usia (r= 0,168; p= 0,029), riwayat keluarga diabetes melitus (r= 0,273; p= 0,001), riwayat keluarga hipertensi (r= 0,250; p= 0,001), IMT (r= 0,354; p= 0,001), lingkar pinggang (r= 0,428; p= 0,001), aktivitas fisik (r= 0,352; p= 0,001), konsumsi makanan manis (r= 0,225; p= 0,002), serta konsumsi sayur dan buah (r= 0,404; p= 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan risiko pradiabetes. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan risiko pradiabetes (r= 0,012; p= 0,875). Risiko pradiabetes memiliki nilai tinggi pada individu tidak rutin olahraga (OR= 27,61; 95% CI 3,65-208,47) dan lingkar pinggang lebih dari (OR= 17,33 CI 4,99-60,21). Mahasiswa keperawatan memiliki tugas memberi contoh rutin berolahraga, mengurangi makanan manis, serta konsumsi sayur dan buah setiap hari.
Copyrights © 2023