Pemanfaatan citra digital sangat penting untuk mengetahui kematangan buah sawit dengan memanfaatkan sistem yang ada. Dengan adanya citra digital maka untuk menentukan kematangan buah sawit berdasarkan warnanya bisa dilakukan secara computing (berbasis teknologi), yaitu dengan menerapkan pengolahan citra menggunakan metode transformasi ruang warna HSV (Hue, Saturation, Value). Model warna HSV (Hue, Saturation, Value) mengelompokkan komponen intensitas dari informasi warna yang dibawa (hue dan saturation) dalam warna citra. Klasifikasi kematangan buah sawit dari pengujian 30 sampel citra buah sawit, dapat dilihat dari rentang nilai Hue. Ektrasi RGB ke HSV nilai pada kulit buah Sawit menghasilkan dua klasifikasi nilai rentang Hue, yaitu warna hitam kekuningan dengan nilai Hue (0.25604 - 0.59155) untuk sawit mentah, warna orange merah tua dengan nilai Hue (0.06511 - 0.12985) untuk sawit matang. Hasil dari deteksi kematangan dapat dilihat pada masing-masing pengujian dengan nilai presentase 100% untuk kategori buah sawit matang, 100% untuk kategori buah sawit mentah. Nilai presentase untuk pengujian keseluruhan data mempunyai presentase nilai yang baik dimana berpengaruh dalam mendeteksi kematangan sawit yaitu sebesar 100%. Maka dapat disimpulkan, bahwa pendeteksian kematangan buah sawit dapat dilakukan dengan menerapkan metode transformasi ruang warna HSV.
Copyrights © 2023