Pertumbuhan tingkat kepadatan penduduk relatif pesat pada perkembangan perkotaan diIndonesia, mengakibatkan hilangnya lahan pertanian karena terkonversi menjadi pabrik,perkantoran, dan pemukiman, sehingga memunculkan kerawanan pangan yang dialami masyarakatsecara luas, khususnya Kelurahan Mlipak Wonosobo. Berbagai upaya pemenuhan kebutuhanpangan mendapatkan banyak hambatan akibat perubahan kondisi lingkungan yang tidak stabil,perubahan iklim, dan gagal panen akibat serangan hama dan penyakit tanaman. Teknologihidroponik sistem wick adalah inovasi dalam budidaya tanaman tanpa media tanah namunmemanfaatkan nutrisi, air, serta media berpori sebagai wadah tanam. Metode yang digunakanadalah ialah rancang bangun alat hidroponik dan substitusi-iptek. Metode rancang bangundigunakan sebagai dasar pembuatan alat hidroponik. Hasil dari kegiatan ini terciptanya alathidroponik sistem wick berkapasitas 22 liter dengan penutup yang terbuat dari plastik danterdapat lubang tanam sebanyak 18 buah dengan diameter 7 cm. Media tanam denganmenggunakan rockwool berdimensi 2 cm x 2 cm x 2 cm. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwahidroponik sistem wick memiliki rerata tinggi tanaman 8,7 cm lebih tinggi konvensional, dan reratajumlah daun lebih unggul sebesar 5,55. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan TTG berupa alathidroponik sistem wick dapat dijadikan Langkah untuk mewujudkan ketahanan pangan secaramandiri dan optimalisasi bertani di lahan yang sempit.Kata Kunci : hidroponik, wick, ketahanan pangan
Copyrights © 2022