Twitter, dipandang sebagai aplikasi paling populer di 2023, menawarkan potensi pembelajaran bahasa asing. Meskipun menjadi sumber informasi bermanfaat, platform terbuka ini menghadapi tantangan konten yang luas dan tidak selalu relevan dengan tujuan pembelajaran. Konten Twitter dapat mengandung kesalahan tata bahasa dan ejaan, merugikan kemampuan bahasa asing pengguna. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis data berdasarkan model Miles dan Huberman, bertujuan menganalisis konten Twitter untuk pembelajaran bahasa asing. Studi dokumen dilakukan untuk mengumpulkan unggahan Twitter yang memiliki nilai edukatif dalam konteks pembelajaran bahasa asing. Penelitian ini berusaha mengatasi kompleksitas konten Twitter untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran bahasa asing melalui platform ini.
Copyrights © 2024