Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa berpikir kritis, literasi, representasi matematis, dan memecahkan masalah. Sementara itu peran guru belum optimal, serta rendahnya penguasaan materi prasyarat dan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis (KKM) siswa melalui pembelajaran dengan model Project Based learning (PjBL). Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus. Setiap siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, serta refleksi. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII E di SMP Negeri 1 Masaran. Data dianalisis dengan Teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model PjBL dapat meningkatkan Mathematical Connection Ability. Hal ini ditandai dengan meningkatnya persentase siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Peningkatan diukur pada kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Keterampilan berpikir kritis siswa dapat dikembangkan melalui kegiatan kontekstual yang mudah dipraktikkan. Literasi numerasi dapat dikembangkan melalui membaca data hasil praktik. Siswa lebih mudah mengenali ide-ide dan merepresentasikannya dalam tabel atau dengan korespondensi satu-satu, serta dapat menghubungkannya. Siswa menunjukkan sikap lebih aktif dan mau bertanya. Hasil tindakan menunjukkan bahwa, siswa mampu menyelesaikan masalah perbandingan dikaitkan dengan topik matematika lain, mata pelajaran lain, maupun masalah sehari-hari atau pada dunia nyata
Copyrights © 2023