Dalam tulisan ini menjelaskan mengenai persoalan kampanye Hygiene dalam kaitannya dengan Poda Na Lima. Poda Na Lima merupakan kearifan lokal masyarakat Batak termasuk masyarakat Padangsidimpuan yang berarti lima petuah yang dijadikan landasan pembentukan karakter serta pedoman masyarakat dalam kehidupannya. Higiene sendiri merupakan sebuah pemikiran mengenai pentingnya menyebarluaskan gagasan tentang gaya hidup bersih sejak akhir abad ke-19. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode historis. Metode historis dimulai dari pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan terakhir dituangkan ke dalam bentuk tulisan (historiografi). Higiene mulai menjadi perhatian kebijakan kolonial untuk menjamin kesehatan masyarakat baik pribumi maupun Eropa. Hal ini tidak lepas dari kebutuhan pemerintah kolonial akan adanya tenaga kerja pribumi yang bertubuh sehat serta kuat sebagai jaminan akan produktivitas ekonomi. Pada titik inilah Poda Na Lima dan higiene bertemu. Dalam jurnal ini mencoba menganalisi bagaimana para Dokter menggunakan Poda Na Lima sebagai kearifan lokal yang sejalan dengan prinsip kebersihan untuk mendukung program Hygiene.
Copyrights © 2024