Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi batuan untuk menentukan posisi terbaik kedalaman tiang pancang pembangunan turap di bawah permukaan. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner – Schlumberger. Data pengukuran geolistrik yang digunakan adalah lintasan di tebing sungai di lokasi yang saling berdekatan yaitu daerah X dan Y dengan panjang lintasan daerah X 60 meter dan daerah Y 120 meter. Dari hasil pengolahan data menggunakan software Re2Dinv diperoleh nilai resisttivitas dengan rentang 12,3 – 976 Ωm dengan kedalaman maksimum 6,38 meter untuk daerah x dan 85,1 – 3308 Ωm dengan kedalaman maksimum 18,5 meter pada daerah. Berdasarkan hasil penampang 2D, nilai resistivitas diinterpretasi berdasarkan tabel acuan Telford dan peta geologi, 2 daerah penelitian ditemukan litologi yang tersusun yaitu lempung,lempung pasiran, pasir,kerikil dan batu pasir. Setelah diketahui litologi dan kedalaman pada daerah penelitian kemudian pada daerah X direkomendasikan posisi tiang pancang seharusnya dibangun pada kedalaman 3 - 6 m dan pada daerah Y direkomendasikan sebaiknya dibangun pada kedalaman 8 – 18,5 m. Tiang pancang sebaiknya diletakkan sampai pada batuan lempung terdalam. Kata kunci : Metode geolistrik, Wenner – Schlumberger, Turap, Res2Dinv, Sungai.
Copyrights © 2023