Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa berkebutuhan khusus berinteraksi secara sosial ketika berada dalam lingkungan sekolah inklusif, serta mengetahui hambatan atau rintangan yang dihadapi siswa berkebutuhan khusus selama interaksi sosial di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan tinjauan literatur (literature review). Interaksi sosial siswa berkebutuhan khusus dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif melibatkan kerjasama dan akomodasi, ini terjadi karena setiap siswa lain yang terlibat dalam interaksi sudah cukup memahami kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, interaksi juga mencakup interaksi disosiatif seperti adanya ersaingan dalam pembelajaran, meskipun tidak menciptakan konflik yang berarti. Hambatan yang dihadapi meliputi kesulitan dalam komunikasi dan kurangnya kontak sosial antara siswa berkebutuhan khusus, guru di lingkungan sekolah inklusif, dan siswa reguler.
Copyrights © 2024