Ekonomi Islam sebagai suatu sistem ekonomi solutif, karena memposisikan sistem ekonomi Islam sebagai suatu sistem yang dapat menjawab kegagalan yang terdapat pada sistem ekonomi konvensional. Bangunan yang didirikan itu diawali dari pondasi yang kuat, di atasnya dibangun lantai dasar dan ditegakkanlah pilar-pilar penyangga kemudian didirikan plafond lalu dibangun atap yang paling atas. Selain itu tentu saja ada pintu di setiap rumah yang dibangun sebagai alur masuk dan keluar serta jendela yang menghubungkan ruang dalam dan luar. Masalahnya saat ini adalah bagaimana menginterpretasi bangunan tersebut dengan bangunan ekonomi yang sifatnya abstrak dimana interpretasinya merupakan material bangunan itu sendiri. Material bangunan ekonomi Islam adalah ajaran dari agama Islam itu sendiri yang tentu saja bersumber dari al Quran, Hadis, Ijma dan Qiyas dan pemimpin selanjutnya yang tercatat dalam sejarah perkembangan perekonomian. Adiwarman Karim telah menawarkan 5 nilai yang tentunya tidak begitu saja ada. Akan tetapi melalui proses berpikir, dengan mengamati dan ada pengalaman yang telah dialui sehingga mampu melahirkan nilai-nilai yang ada diantaranya: Tauhid (ketuhanan), al-adl (keadilan), an-nubuwah (kenabian), al-khalifah (pemerintahan), dan al-ma’ad (keuntungan atau hasil).
Copyrights © 2023