Pemanfaatan gulma Asystasia gangetica sebagai cover crop di kebun kelapa sawit menghasilkan mengharuskan agar A. gangetica tidak memiliki lagi sifat Noxius weed, yaitu mudah berkembangbiak melalui pelepasan biji dari polong yang dapat terlempar sejauh 6 m. Hal Ini dapat dicapai melalui pemangkasan tajuk dan pembenaman pangkasannya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemangkasan dan pembenaman pangkasan terhadap pertumbuhan A. gangetica. Lima perlakuan pemangkasan dan pembenaman diterapkan pada A. gangetica yang didesain dalam rancangan acak kelompok non-faktorial dengaan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cabang tidak dipengaruhi oleh pemangkasan dan pembenaman. Sebaliknya, jumlah daun, ruas, bunga, dan polong A. gangetica dipengaruhi oleh pemangkasan dan pembenaman. Perlakuan pemangkasan dan pembenaman secara nyata mengurangi jumlah bunga dan polong A. gangetica dibandingkan tanpa perlakuan pemangkasan. Dalam penelitian ini tidak ditemukan perbedaan secara nyata pengaruh pemangkasan dan pembenaman terhadap bobot kering akar dan tajuk A. gangetica. Dari penelitian ini didapat bahwa pemangkasan A. gangetica pada 60 hari setelah tanam dan tanpa dibenam maupun dibenam dapat mengurangi jumlah bunga dan polong A. gangetica.
Copyrights © 2024