Seiring di tetapkannya Ibu Kota negara (IKN) didaerah Kalimantan Timur maka hendaknya masyarakat asli harus memperhatikan kearifan lokal yang ada di tanah BORNEO seperti modal sosial yaitu kebhinekaan yang sudah dimiliki penting untuk dijaga, jangan sampai digerus oleh gaya hedonisme serta nilai spiritual yang ada diranah lokal tak boleh dipandang sebelah mata. Maka dari itu, setiap daerah memiliki kebudayaannya masing-masing baik yang dapat dilestarikan melalui lisan ataupun tulisan. Dalam masyarakat itu sendiri banyak sekali dijumpai simbol, lambang dan tanda yang dapat diinterpretasikan, tetapi tidak semua orang dapat memahami hal tersebut. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengungkapkan makna Kearifan Lokal yang terkandung dalam seni Mural yang berada di Bandara APT Pranoto Samarinda yang merupakan salah satu gerbang utama bagi wisatawan masuk ke daerah IKN. Tanda visual yang ada pada mural ini dianalisis secara kualitatif menggunakan model semiotika dari Ferdinand De Saussure yang meliputi penanda (signifier) dan petanda (signified). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 mural yang dianalisa mengandung kearifan lokal berupa unsur kebudayaan yang muncul yakni, sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem mata pencaharian hidup serta kesenian
Copyrights © 2023