Kontribusi yang diberikan Penyuluh Agama sebagai agent of change pada dasarnya membantu masyarakat menuju kehidupan yang lebih religius. Melalui penelitian eksploratif yang dilakukan di Tangerang Selatan, Banten ini pada tahun 2019 dengan narasumber yang terdiri atas 10 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS ini telah dapat memberikan gambaran tentang peran apa yang dilakukan dan relijiusitas apa saja yang telah terbentuk hasil dari penyuluhan agama yang dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa bidang garapan pembangunan dilaksanakan dengan menggunakan peran informan. Sedikit berbeda dengan bidang garapan keagamaan yang lebih dominan menggunakan pendekatan peran edukator. Relijiusitas yang diharapkan terbentuk adalah dimensi ritual keagamaan dan keyakinan karena menjadi materi inti dari seluruh spesialisasi yang diemban narasumber. Relijiusitas aspek pengetahuan yang paling terbanyak mengalami peningkatan adalah tentang amaliah harian dan masalah keluarga yang berdasar pada pengetahuan fiqh. Aspek sikap juga tidak jauh berbeda dengan sedikit perluasan ke sektor publik, narasumber lebih banyak bersikap positif terhadap hal-hal yang terkait dengan fiqh ibadah dan muamalah serta masalah keluarga. Sedikit perbedaan terlihat pada aspek keterampilan yang terjadi penyempitan dibandingkan dengan aspek pengetahuan dan sikap karena dominasi kemampuan baca al qur’an dibandingkan dengan pendalaman di ranah ritual keagamaan dan keyakinan.
Copyrights © 2020