Abstrak Perkembangan jumlah sepeda motor yang semakin meningkat pesat dengan banyaknya varian (jenis) dan produsen sepeda motor yang beredar di Indonesia. Sistem pengapian merupakan salah satu komponen penting pada mesin pembakaran dalam. Penelitian menggunakan metode eksperimen pada kendaraan Can Am jenis mesin motor Honda Astrea Grand tahun 1997 yang telah dimodifikasi pada mekanisme katup dan volume silindernya menjadi 70 cc, untuk menentukan debit aliran bahan bakar kendaraan Can Am tanpa menghitung torsi dan daya mesin pada putaran 4000 rpm. Agar menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dengan menggunakan busi standar. Alat yang dugunakan dalam pengujian adalah feeler gauge, kunci busi, tabung pengukur yang dibuat khusus untuk penelitian debit aliran bahan bakar, dan peralatan lain seperti obeng, stopwatch, untuk mengukur debit aliran, tachometer untuk mengukur rpm dari kendaraan, dan busi standar Honda Astrea Grand yang bertipe u22 fsu buatan denso. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian adalah pertamax 92. Hasil pengujian menggunakan Busi standar untuk menghabiskan bahan bakar 82 ml pada putaran mesin 4000 rpm menggunakan celah busi 0,5 mm membutuhkan waktu 82,50 s, menggunakan celah busi 0,6 mm membutuhkan waktu 77,17 s, menggunakan 0,7 mm membutuhkan waktu 72,07 s, menggunakan celah busi 0,8 mm membutukan waktu 67,65 s, menggunakan celah busi 0,9 mm membutuhkan waktu 62,73 s. Menggunakan celah busi 0,5 mm lebih hemat debit aliran bahan bakarnya. Kata kunci : Putaran mesin, Busi Standar, Debit aliran bahan bakar, feeler gauge
Copyrights © 2015