Penyakit menular masih menjadi masalah dan perhatian untuk segera diatasi hingga saat ini. Penyakit menular yang kasusnya mulai tinggi dimusim hujan dan daerah banjir yaitu penyakit leptospirosis. Transmisi penyakit leptospirosis ke manusia melalui kontak langsung atautidak langsung dengan urin hewan yang terinfeksi bakteri leptospira. Kasus leptospirosis di Indonesia tahun 2021 dilaporkan mencapai 734 kasus di delapan provinsi. Provinsi Jawa Tengah menyumbang 36,1% dari seluruh kasus leptospirosis di Indonesia. Penyakit leptospirosis di Kota Semarang tahun 2021 terdapat 34 kasus terdiri dari 7 pasien perempuan dan 27 pasien laki – laki. Puskesmas Kedungmundu tahun 2021 terlaporkan menjadi puskesmas yang memiliki kasus leptospirosis tertinggi dari seluruh puskesmas di Kota Semarang. Tujuanpenelitian ini untuk menggambarkan sebaran penyakit leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis data secara deskriptif. Variabel penelitian ini berdasarkan variabel orang, tempat dan waktu. Pengumpulan data menggunakan data sekunder. Pengolahan dan analisis data menggunakan sistem informasi geografis. Morbiditas leptospirosis tahun 2021-2022 di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu total di tahun 2021 ada 4 kasus (4 pria, 0 wanita) dan di tahun 2022 ada 3 kasus (2 pria, 1 wanita). Mortalitas leptospirosis tahun 2021 0 jiwa dan tahun 2022 ada 2 jiwa. Morbiditas dan mortalitas leptospirosis tersebar di Kelurahan Sendangguwo, Sambiroto, Tandang dan Mangunharjo. Kesimpulan, morbiditas leptospirosis tahun 2021-2022 di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu terjadi penurunan dari 4 kasus menjadi 3 kasus. Mortalitas leptospirosis mengalami peningkatan dari 0 jiwa di tahun 2021 menjadi da 2 jiwa tahun 2022. Morbiditas dan mortalitas leptospirosis tersebar di empat kelurahan.
Copyrights © 2023